
Kemarin • 09:46
Lingga, Batamnews - Angin puting beliung meluluhlantakkan sejumlah bangunan di Pasir Kuning, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Kerasnya suara angin disertai material bangunan yang beterbangan sempat membuat warga terjaga dan geger. Rumah yang dihuni pasangan lansia, Hadijah (61) dan suaminya, Hamidi (63), di RT 001/RW 002, menjadi sasaran utama keganasan alam tersebut hingga kondisinya porak-poranda.
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang memilukan. Atap seng, rangka kayu, dan material bangunan lainnya terlepas dari struktur utama, berserakan dari halaman rumah hingga ke area permukiman. Dahsyatnya terjangan angin ini terlihat dari selembar seng yang ditemukan tersangkut di pohon mangga sejauh 20 meter. Bahkan, ada atap seng yang terbawa terbang hingga 100 meter dan tersangkut di dahan pohon durian.
Tak hanya merusak bangunan, kebun di sekitar lokasi pun turut terimbas. Ratusan buah mangga rontok berserakan di tanah, sementara dahan-dahan pohon besar patah akibat hantaman angin.
Selain rumah Hadijah, kerusakan ringan juga menimpa rumah Sumarni pada bagian atap dapur. Fasilitas publik seperti bangunan Posyandu serta sebuah tenda kafe di sekitar lokasi juga tak luput dari dampak terjangan angin, meski kerusakannya relatif kecil.
Kepala Desa Tanjung Harapan, Irwansyah, bergerak cepat turun ke lokasi untuk mendata dampak kerusakan. Ia memastikan data tersebut segera disampaikan ke instansi terkait agar bantuan bisa segera disalurkan.
"Saat ini kami sudah mendata rumah korban dan melaporkannya ke BPBD serta Dinas Sosial. Bersama warga dan pihak terkait, kami juga melakukan gotong royong untuk membersihkan puing-puing bangunan," ujar Irwansyah, Senin pagi.
Meski kerugian material diperkirakan cukup besar, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Damkar, BPBD Lingga, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga Satpol PP bersama warga tengah berjibaku membersihkan puing-puing bangunan dan menyelamatkan barang-barang milik korban yang tersisa.