Tarik untuk refresh
Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi `Rahasia Umum`, Ombudsman Kepri: Investigasi Harus Dibuka ke Publik

Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi `Rahasia Umum`, Ombudsman Kepri: Investigasi Harus Dibuka ke Publik

4 hari yang lalu

Batam, Batamnews – Praktik pungutan liar (pungli) yang diduga melibatkan oknum petugas di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam kini berada di bawah pengawasan ketat. Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan tidak akan membiarkan investigasi kasus ini berjalan di "ruang gelap". Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, secara lugas meminta agar proses penyelidikan terhadap oknum petugas di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center dilakukan secara transparan. Ia tidak ingin hasil investigasi hanya menjadi konsumsi internal, melainkan harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas. “Kami meminta dilakukan pendalaman terhadap masalah yang ditemukan, kemudian dilakukan mitigasi secara komprehensif, dan hasilnya dipublikasikan ke publik sebagai bentuk akuntabilitas,” tegas Lagat, Selasa (31/3/2026). Lagat mengakui, meski modus pungli yang mencuat kali ini tergolong baru, namun desas-desus mengenai praktik kotor tersebut sebenarnya sudah menjadi rahasia umum. Namun, ia mengingatkan bahwa rumor tetap membutuhkan laporan resmi agar oknum yang bermain bisa disikat habis. Baginya, lolosnya praktik pungli di gerbang internasional tersebut merupakan bukti nyata lemahnya pengawasan internal. Lagat menyoroti proses pemeriksaan di ruang tertutup sebagai titik paling rawan yang sering disalahgunakan oleh oknum nakal. “Kalau praktik ini bisa terjadi, berarti ada masalah dalam pengawasannya,” ujar Lagat. Ia pun memberikan peringatan keras bahwa sebagus apa pun sistem pengawasan yang dibuat, semuanya akan sia-sia jika pimpinan instansi tidak memiliki nyali dan komitmen untuk bersih-bersih di dalam. “Jika tidak ada keseriusan dari pimpinan untuk memperkuat pengawasan internal dan menegaskan larangan penyimpangan, maka pengawasan yang dilakukan akan sia-sia,” tegasnya. Untuk memastikan sistem kembali berjalan sesuai jalur, Ombudsman berjanji akan terus mengawal setiap tahapan investigasi. “Kami akan memastikan apa yang disampaikan pihak imigrasi,” tambah Lagat. Di hari yang sama, suasana di Pelabuhan Internasional Batam Center mendadak tegang saat Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala Li Claudia Chandra melakukan peninjauan mendadak. Amsakar tak mampu menyembunyikan raut kekecewaannya. Skandal pungli terhadap wisatawan asing ini dinilai telah mencoreng wajah Batam di mata internasional. Didampingi jajaran pejabat BP Batam dan Kepala Imigrasi Batam Hajar Aswad, Amsakar turun langsung untuk memastikan SOP pelayanan benar-benar diperbaiki. “Kami mengecek langsung pelayanan seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan Internasional Batam Center. Ini kami lakukan karena beberapa hari lalu terjadi hal yang tidak baik,” kata Amsakar dengan nada kecewa. (jam)

Batam, Batamnews – Praktik pungutan liar (pungli) yang diduga melibatkan oknum petugas di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam kini berada di bawah pengawasan ketat. Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan tidak akan membiarkan investigasi kasus ini berjalan di "ruang gelap".

Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, secara lugas meminta agar proses penyelidikan terhadap oknum petugas di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center dilakukan secara transparan. Ia tidak ingin hasil investigasi hanya menjadi konsumsi internal, melainkan harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas.

“Kami meminta dilakukan pendalaman terhadap masalah yang ditemukan, kemudian dilakukan mitigasi secara komprehensif, dan hasilnya dipublikasikan ke publik sebagai bentuk akuntabilitas,” tegas Lagat, Selasa (31/3/2026).

Lagat mengakui, meski modus pungli yang mencuat kali ini tergolong baru, namun desas-desus mengenai praktik kotor tersebut sebenarnya sudah menjadi rahasia umum. Namun, ia mengingatkan bahwa rumor tetap membutuhkan laporan resmi agar oknum yang bermain bisa disikat habis.

Baginya, lolosnya praktik pungli di gerbang internasional tersebut merupakan bukti nyata lemahnya pengawasan internal. Lagat menyoroti proses pemeriksaan di ruang tertutup sebagai titik paling rawan yang sering disalahgunakan oleh oknum nakal.

“Kalau praktik ini bisa terjadi, berarti ada masalah dalam pengawasannya,” ujar Lagat.

Ia pun memberikan peringatan keras bahwa sebagus apa pun sistem pengawasan yang dibuat, semuanya akan sia-sia jika pimpinan instansi tidak memiliki nyali dan komitmen untuk bersih-bersih di dalam.

“Jika tidak ada keseriusan dari pimpinan untuk memperkuat pengawasan internal dan menegaskan larangan penyimpangan, maka pengawasan yang dilakukan akan sia-sia,” tegasnya.

Untuk memastikan sistem kembali berjalan sesuai jalur, Ombudsman berjanji akan terus mengawal setiap tahapan investigasi. “Kami akan memastikan apa yang disampaikan pihak imigrasi,” tambah Lagat.

Di hari yang sama, suasana di Pelabuhan Internasional Batam Center mendadak tegang saat Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala Li Claudia Chandra melakukan peninjauan mendadak.

Amsakar tak mampu menyembunyikan raut kekecewaannya. Skandal pungli terhadap wisatawan asing ini dinilai telah mencoreng wajah Batam di mata internasional. Didampingi jajaran pejabat BP Batam dan Kepala Imigrasi Batam Hajar Aswad, Amsakar turun langsung untuk memastikan SOP pelayanan benar-benar diperbaiki.

“Kami mengecek langsung pelayanan seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan Internasional Batam Center. Ini kami lakukan karena beberapa hari lalu terjadi hal yang tidak baik,” kata Amsakar dengan nada kecewa.

(jam)

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…