Tarik untuk refresh
Setahun Memimpin Batam, Amsakar Klaim Ekonomi Tumbuh 6,89 Persen dan Investasi Lampaui Target

Setahun Memimpin Batam, Amsakar Klaim Ekonomi Tumbuh 6,89 Persen dan Investasi Lampaui Target

26 Februari 2026 • 12:29

Batam, Batamnews – Amsakar Achmad menegaskan komitmennya untuk terus bekerja maksimal mengatasi berbagai persoalan kota di tengah dinamika regulasi dan tantangan administratif yang kompleks. Ia mengaku bangga sekaligus haru ketika mampu menjawab harapan masyarakat. Memasuki tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Amsakar menyebut periode ini diwarnai perubahan regulasi pusat yang bergerak cepat. Pemerintah Kota Batam harus merespons tiga Peraturan Pemerintah baru tahun 2025, yakni PP Nomor 25 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha, PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berbasis Risiko, serta PP Nomor 47 Tahun 2025 tentang perubahan KPBPB Batam. Respons itu dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai kementerian. Hasilnya, sebanyak 1.460 jenis layanan perizinan diintegrasikan ke dalam Mal Pelayanan Publik Batam guna mempermudah layanan dan memperkuat iklim investasi. Dari sisi makroekonomi, Amsakar memaparkan capaian 2025 yang dinilainya menggembirakan. Hingga triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,89 persen, naik dari tahun sebelumnya sebesar 6,6 persen. Realisasi investasi juga melampaui target. Dari target Rp60 triliun, Batam mencatat Rp69,3 triliun atau 115,5 persen. Sektor pariwisata pun menunjukkan tren positif dengan kenaikan kunjungan wisatawan dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta orang sepanjang 2025. “Indikator makroekonomi ini sudah selaras dengan visi yang kami gagas. Kita berada di jalur yang tepat,” ujar Amsakar saat menjadi narasumber dialog on air Program Batam Menyapa bertema satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam di Studio Pro 1 Radio Republik Indonesia (RRI) Batam, Senin (23/2/2026). 15 Program Prioritas Visi pembangunan itu dituangkan dalam 15 program prioritas yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, insentif lansia, penguatan ekonomi kerakyatan hingga ketenagakerjaan. Di sektor pendidikan, Pemko Batam membagikan 105.670 set seragam gratis bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta, serta menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Pada sektor kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 98 persen. Warga cukup menunjukkan KTP untuk memperoleh layanan kesehatan gratis. Pemko juga menyalurkan bantuan tunai Rp300.000 per bulan kepada 4.000 lansia. Untuk penguatan ekonomi kerakyatan, pemerintah menyediakan pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta. Realisasinya mencapai Rp1,3 miliar bagi 1.500 pemohon. Sementara di bidang ketenagakerjaan, angka pengangguran ditekan dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen, didukung 108 jenis pelatihan kerja yang diikuti 4.433 peserta. Tiga PR Besar: Air, Sampah, dan Banjir Meski memaparkan sejumlah capaian, Amsakar mengakui masih ada tiga persoalan krusial yang menjadi perhatian utama, yakni pelayanan air bersih, pengelolaan sampah, serta penanganan banjir. Upaya yang dilakukan antara lain normalisasi drainase dan pembangunan infrastruktur, termasuk flyover dan jalan lingkar, untuk mengurai kemacetan sekaligus mengurangi genangan. Menutup penjelasannya, Amsakar mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha, termasuk dukungan dalam pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih. Ia juga mengajak warga menjaga kebersihan serta mengubah perilaku dalam pengelolaan sampah demi mempertahankan citra Batam sebagai kota pariwisata. “Kami bertekad, persoalan utama khususnya air bersih, banjir dan sampah, dapat segera dituntaskan melalui kerja kolektif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Batam, Batamnews – Amsakar Achmad menegaskan komitmennya untuk terus bekerja maksimal mengatasi berbagai persoalan kota di tengah dinamika regulasi dan tantangan administratif yang kompleks. Ia mengaku bangga sekaligus haru ketika mampu menjawab harapan masyarakat.

Memasuki tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Amsakar menyebut periode ini diwarnai perubahan regulasi pusat yang bergerak cepat.

Pemerintah Kota Batam harus merespons tiga Peraturan Pemerintah baru tahun 2025, yakni PP Nomor 25 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha, PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berbasis Risiko, serta PP Nomor 47 Tahun 2025 tentang perubahan KPBPB Batam.

Respons itu dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai kementerian. Hasilnya, sebanyak 1.460 jenis layanan perizinan diintegrasikan ke dalam Mal Pelayanan Publik Batam guna mempermudah layanan dan memperkuat iklim investasi.

Dari sisi makroekonomi, Amsakar memaparkan capaian 2025 yang dinilainya menggembirakan. Hingga triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,89 persen, naik dari tahun sebelumnya sebesar 6,6 persen.

Realisasi investasi juga melampaui target. Dari target Rp60 triliun, Batam mencatat Rp69,3 triliun atau 115,5 persen. Sektor pariwisata pun menunjukkan tren positif dengan kenaikan kunjungan wisatawan dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta orang sepanjang 2025.

“Indikator makroekonomi ini sudah selaras dengan visi yang kami gagas. Kita berada di jalur yang tepat,” ujar Amsakar saat menjadi narasumber dialog on air Program Batam Menyapa bertema satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam di Studio Pro 1 Radio Republik Indonesia (RRI) Batam, Senin (23/2/2026).

15 Program Prioritas

Visi pembangunan itu dituangkan dalam 15 program prioritas yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, insentif lansia, penguatan ekonomi kerakyatan hingga ketenagakerjaan.

Di sektor pendidikan, Pemko Batam membagikan 105.670 set seragam gratis bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta, serta menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.

Pada sektor kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 98 persen. Warga cukup menunjukkan KTP untuk memperoleh layanan kesehatan gratis.

Pemko juga menyalurkan bantuan tunai Rp300.000 per bulan kepada 4.000 lansia.

Untuk penguatan ekonomi kerakyatan, pemerintah menyediakan pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta. Realisasinya mencapai Rp1,3 miliar bagi 1.500 pemohon. Sementara di bidang ketenagakerjaan, angka pengangguran ditekan dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen, didukung 108 jenis pelatihan kerja yang diikuti 4.433 peserta.

Tiga PR Besar: Air, Sampah, dan Banjir

Meski memaparkan sejumlah capaian, Amsakar mengakui masih ada tiga persoalan krusial yang menjadi perhatian utama, yakni pelayanan air bersih, pengelolaan sampah, serta penanganan banjir.

Upaya yang dilakukan antara lain normalisasi drainase dan pembangunan infrastruktur, termasuk flyover dan jalan lingkar, untuk mengurai kemacetan sekaligus mengurangi genangan.

Menutup penjelasannya, Amsakar mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha, termasuk dukungan dalam pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih. Ia juga mengajak warga menjaga kebersihan serta mengubah perilaku dalam pengelolaan sampah demi mempertahankan citra Batam sebagai kota pariwisata.

“Kami bertekad, persoalan utama khususnya air bersih, banjir dan sampah, dapat segera dituntaskan melalui kerja kolektif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…