17 Februari 2026 • 08:56
Batam, Batamnews – Ribuan lampion merah menghiasi langit malam di kawasan Komplek Bumi Indah, Nagoya, Kota Batam, Kepulauan Riau, menandai puncak perayaan Malam Penyambutan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Ribuan warga dari berbagai latar belakang etnis memadati lokasi acara di depan kantor Babinsa tersebut, menciptakan suasana harmoni yang kental di tengah keberagaman Kota Batam.
Acara yang digelar pada Senin (16/2/2026) malam ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional dan daerah, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad.
Dalam sambutannya, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY, menegaskan kembali posisi strategis Batam dalam peta ekonomi nasional. Ia mengingatkan bahwa desain besar Batam sebagai kawasan perdagangan bebas (free trade zone) adalah warisan visioner dari Presiden ke-3 RI, BJ Habibie.
"Batam didesain sejak awal oleh para pendirinya, termasuk Bapak Presiden BJ Habibie ketika itu, agar Batam bisa menjadi jendela, menjadi gerbang ekonomi di kawasan Asia Tenggara maupun dunia pada akhirnya," ujar AHY di hadapan ribuan warga.
AHY juga menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Menurutnya, angka pertumbuhan yang tinggi tidak akan bermakna jika tidak dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Tidak ada pertumbuhan ekonomi yang lebih penting selain pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan. Artinya semua harus merasakan kesejahteraan," tegasnya.
Tak lupa, AHY memberikan apresiasi khusus kepada komunitas Tionghoa di Batam yang dinilainya memegang peran strategis dalam dunia usaha dan penciptaan lapangan kerja, yang vital bagi generasi muda Indonesia.
Senada dengan AHY, Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, dalam pidatonya menyebut Batam sebagai negeri multikultural yang harus dijaga keharmonisannya. Ia dengan bangga mengungkapkan bahwa Batam kini menduduki peringkat kedua terbaik nasional dalam indeks moderasi beragama.
"Batam adalah orkestrasi yang indah dari keberagaman. Ini harus terus kita kawal bersama," ucap Amsakar.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Kepulauan Riau, Randy Tan, menyampaikan bahwa perayaan Imlek bukan sekadar ritual budaya, melainkan simbol persatuan bangsa.
"Perayaan ini adalah bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia yang mencerminkan semangat persatuan dan toleransi. Kami telah menyiapkan berbagai hiburan rakyat mulai dari atraksi barongsai, tarian nusantara, hingga pesta kembang api untuk menghibur masyarakat Batam," ujar Randy Tan.
Perayaan malam itu ditutup dengan menyalakan kembang api yang meriah lalu sesi foto bersama antara Menko AHY, Wali Kota Batam, dan pengurus PSMTI, diiringi harapan agar Tahun Kuda Api 2577 ini membawa semangat transformasi, keberanian, dan energi baru bagi bangsa Indonesia.