Tarik untuk refresh
Di Tengah Krisis, Kampanye Hemat Air ABH Tuai Kekecewaan Warga Batam

Di Tengah Krisis, Kampanye Hemat Air ABH Tuai Kekecewaan Warga Batam

13 Februari 2026 • 13:49

Batam, Batamnews – Slogan hemat air yang dikampanyekan PT Air Batam Hilir (ABH) justru terasa menyakitkan bagi warga Bengkong Kolam. Sudah dua minggu terakhir, mereka menghadapi krisis air bersih yang mengganggu aktivitas harian. Dalam dua hari terakhir air memang sempat mengalir, namun waktunya tidak menentu dan kerap mati saat paling dibutuhkan. Kondisi ini membuat warga harus berjaga hingga larut malam, bahkan dini hari, demi menunggu air mengalir. Waktu istirahat pun terpaksa dikorbankan. "Dua hari ini memang ada nyala, tapi jamnya tidak karuan. Jam setengah dua pagi saya bangun, keran masih kering. Kami dipaksa jadi 'penjaga keran' tiap malam hanya untuk bisa mandi atau sekadar menampung air buat masak," keluh salah satu warga dengan nada kecewa. Di tengah krisis ini, muncul dugaan ketimpangan distribusi air. Warga mencium adanya persoalan dalam penanganan gangguan air di sejumlah wilayah Batam. Mereka menduga kondisi di Bengkong justru memburuk setelah solusi distribusi diberikan untuk wilayah Tanjung Uma dan Batu Merah. "Seolah-olah air kami dikorbankan untuk dialirkan ke tempat lain. Setiap kali ada kabar pipa bocor di mana pun posisinya, Bengkong selalu jadi nomor satu yang paling terdampak dan paling lama menderita," tambah warga tersebut. Ironisnya, di saat air sulit didapat, ABH justru aktif membagikan kampanye lima langkah hemat air di media sosial, seperti menggunakan shower atau mematikan keran. Bagi warga Bengkong Kolam, imbauan itu dinilai tidak relevan dengan kondisi yang mereka alami. Apa yang mau dihemat jika airnya saja tidak ada. Warga Bengkong Kolam kini menuntut transparansi dari PT Air Batam Hilir. Mereka berharap ada penjelasan terbuka dan solusi teknis yang jelas agar distribusi air bisa merata, tanpa menjadikan satu wilayah sebagai “tumbal” bagi wilayah lain. Hingga kini, warga masih bersiaga di depan keran masing-masing. Mereka menunggu kepastian kapan hak atas air bersih bisa terpenuhi secara layak dan manusiawi.

Batam, Batamnews – Slogan hemat air yang dikampanyekan PT Air Batam Hilir (ABH) justru terasa menyakitkan bagi warga Bengkong Kolam. Sudah dua minggu terakhir, mereka menghadapi krisis air bersih yang mengganggu aktivitas harian. Dalam dua hari terakhir air memang sempat mengalir, namun waktunya tidak menentu dan kerap mati saat paling dibutuhkan.

Kondisi ini membuat warga harus berjaga hingga larut malam, bahkan dini hari, demi menunggu air mengalir. Waktu istirahat pun terpaksa dikorbankan.

"Dua hari ini memang ada nyala, tapi jamnya tidak karuan. Jam setengah dua pagi saya bangun, keran masih kering. Kami dipaksa jadi 'penjaga keran' tiap malam hanya untuk bisa mandi atau sekadar menampung air buat masak," keluh salah satu warga dengan nada kecewa.

Di tengah krisis ini, muncul dugaan ketimpangan distribusi air. Warga mencium adanya persoalan dalam penanganan gangguan air di sejumlah wilayah Batam. Mereka menduga kondisi di Bengkong justru memburuk setelah solusi distribusi diberikan untuk wilayah Tanjung Uma dan Batu Merah.

"Seolah-olah air kami dikorbankan untuk dialirkan ke tempat lain. Setiap kali ada kabar pipa bocor di mana pun posisinya, Bengkong selalu jadi nomor satu yang paling terdampak dan paling lama menderita," tambah warga tersebut.

Ironisnya, di saat air sulit didapat, ABH justru aktif membagikan kampanye lima langkah hemat air di media sosial, seperti menggunakan shower atau mematikan keran. Bagi warga Bengkong Kolam, imbauan itu dinilai tidak relevan dengan kondisi yang mereka alami.

Apa yang mau dihemat jika airnya saja tidak ada. Warga Bengkong Kolam kini menuntut transparansi dari PT Air Batam Hilir. Mereka berharap ada penjelasan terbuka dan solusi teknis yang jelas agar distribusi air bisa merata, tanpa menjadikan satu wilayah sebagai “tumbal” bagi wilayah lain.

Hingga kini, warga masih bersiaga di depan keran masing-masing. Mereka menunggu kepastian kapan hak atas air bersih bisa terpenuhi secara layak dan manusiawi.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…