Tarik untuk refresh
Singapura Bentuk Dewan AI Nasional, PM Lawrence Wong Jadi Ketua

Singapura Bentuk Dewan AI Nasional, PM Lawrence Wong Jadi Ketua

12 Februari 2026 • 21:27

Singapura, Batamnews – Perdana Menteri Lawrence Wong mengumumkan pembentukan Dewan Kecerdasan Buatan Nasional atau National AI Council yang baru, untuk memimpin dan menyelaraskan strategi AI negara. Dalam pidato Anggaran 2026, Kamis, 12 Februari 2026, PM Wong mengatakan dewan ini akan diawaki langsung oleh dirinya. “Saya akan menjadi ketua. Dewan ini akan memberikan arahan strategis dan menggerakkan agenda AI Singapura,” ujarnya. . Targetnya empat sektor utama: manufaktur canggih, konektivitas, keuangan, dan kesehatan. “Misi ini akan mendorong transformasi berbasis AI di sektor ekonomi utama. Kita akan mendorong batas kemampuan, bukan hanya untuk Singapura, tapi juga dunia,” kata PM Wong. Ia menegaskan, misi-misi ini bukan angan-angan kosong. Setiap misi punya tujuan jelas dan hasil nyata. Untuk mencapainya, instansi pemerintah harus bekerja dengan cara berbeda. “Di dalam pemerintah, kita akan menyelaraskan riset, regulasi, dan promosi investasi. Semua badan bertindak seirama, menarik ke arah yang sama,” tegasnya. Dewan AI Nasional akan berisi delapan pemimpin kunci:  DPM dan Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong  Menteri Koordinator Kebijakan Sosial dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung  Menteri Digital dan Informasi Josephine Teo  Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Bertanggung Jawab Energi serta Sains-Teknologi Tan See Leng  Menteri Pembangunan Nasional dan Wakil Ketua Otoritas Moneter Singapura Chee Hong Tat  Penjabat Menteri Transportasi dan Senior Menteri Muda Keuangan Jeffrey Siow PM Wong mengakui, AI memicu kekhawatiran. Soal pekerjaan hilang, informasi palsu, hingga risiko etika. Tapi menurutnya, semua harus dihadapi langsung. “Ketakutan bukan jawaban Singapura. Kalau kita lumpuh oleh ketidakpastian, kita akan tertinggal. Dunia bergerak terlalu cepat,” katanya. Ia menambahkan, Singapura akan menentukan sendiri bagaimana AI dikembangkan dan dipakai. Aturan jelas akan dibuat agar AI digunakan secara bertanggung jawab, aman, dan manfaatnya dirasakan bersama. Alih-alih membangun model AI raksasa, kata PM Wong, kekuatan Singapura justru di tempat lain. “Kita unggul dalam menerapkan AI secara efektif, bertanggung jawab, dan cepat. Singapura bisa jadi pusat terpercaya—tempat perusahaan dan peneliti menguji serta menerapkan solusi AI lebih cepat daripada negara besar mana pun.” Untuk membantu dunia usaha, pemerintah meluncurkan program Juara AI. Program ini dirancang bagi perusahaan yang ingin pakai AI mentransformasi operasi mereka. Bantuan mencakup transformasi perusahaan dan pelatihan tenaga kerja. Skema hibah dan pendanaan juga diperluas mencakup lebih banyak belanja terkait AI. Fasilitas fisik juga disiapkan. Taman AI baru akan dibangun di One-North. Ini pengembangan dari inisiatif bersama Lorong AI di Cross Street. “Ini akan jadi klaster baru. Tempat ide lahir, kolaborasi terjalin, dan solusi AI diterjemahkan ke bisnis serta layanan publik,” ujar PM Wong. Managing Director SAP Singapura, Eileen Chua, menyebut perusahaan di Singapura sudah rata-rata menginvestasikan 18,9 juta dolar Singapura untuk AI setahun terakhir. . Dua tahun mendatang, diproyeksi naik ke 29 persen. “Ini bukti AI bukan lagi konsep. Dampaknya sudah nyata di bisnis,” kata Chua. Menurutnya, transformasi AI yang sukses butuh fondasi data bersih, arsitektur cloud modern, alur kerja baru, dan tenaga kerja yang siap. “Organisasi yang menyelaraskan semua ini tidak cuma naik produktivitas. Mereka juga jadi lebih tangguh dan cepat merespons,” tambahnya.

Singapura, Batamnews – Perdana Menteri Lawrence Wong mengumumkan pembentukan Dewan Kecerdasan Buatan Nasional atau National AI Council yang baru, untuk memimpin dan menyelaraskan strategi AI negara.

Dalam pidato Anggaran 2026, Kamis, 12 Februari 2026, PM Wong mengatakan dewan ini akan diawaki langsung oleh dirinya.

“Saya akan menjadi ketua. Dewan ini akan memberikan arahan strategis dan menggerakkan agenda AI Singapura,” ujarnya.

Baca juga: Telegram Rilis Tampilan Baru dan Fitur Crafting Hadiah Koleksi, Begini Cara Pakainya

PM Wong yang juga Menteri Keuangan ini menjelaskan, dewan akan mengawasi misi-misi nasional di bidang AI. Targetnya empat sektor utama: manufaktur canggih, konektivitas, keuangan, dan kesehatan.

“Misi ini akan mendorong transformasi berbasis AI di sektor ekonomi utama. Kita akan mendorong batas kemampuan, bukan hanya untuk Singapura, tapi juga dunia,” kata PM Wong.

Ia menegaskan, misi-misi ini bukan angan-angan kosong. Setiap misi punya tujuan jelas dan hasil nyata. Untuk mencapainya, instansi pemerintah harus bekerja dengan cara berbeda.

“Di dalam pemerintah, kita akan menyelaraskan riset, regulasi, dan promosi investasi. Semua badan bertindak seirama, menarik ke arah yang sama,” tegasnya.

Dewan AI Nasional akan berisi delapan pemimpin kunci:

 DPM dan Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong

  •  Menteri Koordinator Kebijakan Sosial dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung
  •  Menteri Digital dan Informasi Josephine Teo
  •  Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Bertanggung Jawab Energi serta Sains-Teknologi Tan See Leng
  •  Menteri Pembangunan Nasional dan Wakil Ketua Otoritas Moneter Singapura Chee Hong Tat
  •  Penjabat Menteri Transportasi dan Senior Menteri Muda Keuangan Jeffrey Siow

PM Wong mengakui, AI memicu kekhawatiran. Soal pekerjaan hilang, informasi palsu, hingga risiko etika. Tapi menurutnya, semua harus dihadapi langsung.

“Ketakutan bukan jawaban Singapura. Kalau kita lumpuh oleh ketidakpastian, kita akan tertinggal. Dunia bergerak terlalu cepat,” katanya.

Ia menambahkan, Singapura akan menentukan sendiri bagaimana AI dikembangkan dan dipakai. Aturan jelas akan dibuat agar AI digunakan secara bertanggung jawab, aman, dan manfaatnya dirasakan bersama.

Alih-alih membangun model AI raksasa, kata PM Wong, kekuatan Singapura justru di tempat lain.

“Kita unggul dalam menerapkan AI secara efektif, bertanggung jawab, dan cepat. Singapura bisa jadi pusat terpercaya—tempat perusahaan dan peneliti menguji serta menerapkan solusi AI lebih cepat daripada negara besar mana pun.”

Untuk membantu dunia usaha, pemerintah meluncurkan program Juara AI. Program ini dirancang bagi perusahaan yang ingin pakai AI mentransformasi operasi mereka.

Bantuan mencakup transformasi perusahaan dan pelatihan tenaga kerja. Skema hibah dan pendanaan juga diperluas mencakup lebih banyak belanja terkait AI.

Fasilitas fisik juga disiapkan. Taman AI baru akan dibangun di One-North. Ini pengembangan dari inisiatif bersama Lorong AI di Cross Street.

“Ini akan jadi klaster baru. Tempat ide lahir, kolaborasi terjalin, dan solusi AI diterjemahkan ke bisnis serta layanan publik,” ujar PM Wong.

Managing Director SAP Singapura, Eileen Chua, menyebut perusahaan di Singapura sudah rata-rata menginvestasikan 18,9 juta dolar Singapura untuk AI setahun terakhir.

Baca juga: Review Infinix Note Edge: Spesifikasi Gahar, Baterai Besar dan Harga 

Imbal hasil investasi rata-rata mencapai 16 persen. Dua tahun mendatang, diproyeksi naik ke 29 persen.

“Ini bukti AI bukan lagi konsep. Dampaknya sudah nyata di bisnis,” kata Chua.

Menurutnya, transformasi AI yang sukses butuh fondasi data bersih, arsitektur cloud modern, alur kerja baru, dan tenaga kerja yang siap.

“Organisasi yang menyelaraskan semua ini tidak cuma naik produktivitas. Mereka juga jadi lebih tangguh dan cepat merespons,” tambahnya.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…