Tarik untuk refresh
Kisah Apes Warga Bengkong: Niat Hati Cek WiFi, Malah HP Anak Digondol Teknisi Gadungan

Kisah Apes Warga Bengkong: Niat Hati Cek WiFi, Malah HP Anak Digondol Teknisi Gadungan

12 Februari 2026 • 10:19

Waspada Modus Teknisi Gadungan: HP Warga Bengkong Raib, Kecewa Dengan Respon MyRepublic Lambat dan Berbelit Batam, Batamnews – Aksi pencurian dengan modus menyamar sebagai petugas layanan internet (WiFi) kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang warga perumahan Bengkong Harapan 2, Blok J1 No. 68, menjadi korban setelah ponsel milik anaknya dibawa lari oleh oknum yang mengaku sebagai teknisi dari provider MyRepublic, pada Rabu siang (11/2/2026). Korban, yang akrab disapa April, menceritakan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.06 WIB. Saat itu, seorang pria mendatangi kediamannya dengan dalih ingin memeriksa perangkat WiFi MyRepublic untuk memastikan koneksi dalam keadaan aman. Tanpa rasa curiga, April mempersilakan oknum tersebut masuk. Namun, pelaku tampaknya telah mengincar sebuah ponsel yang tengah diisi daya (charge) di dalam rumah. "Dia datang ke rumah ngecek wifi apakah aman. Lalu ada nampak HP anak saya sedang di-charge, langsung dimasukkan ke kantong dia," ujar April saat memberikan keterangan. Untuk melancarkan aksinya, pelaku menggunakan modus klasik dengan meminta dibuatkan minuman. Saat April pergi ke dapur, pelaku langsung mengambil langkah seribu dan melarikan diri dari lokasi kejadian. Pasca kejadian, April segera melaporkan insiden tersebut ke kantor MyRepublic. Namun, ia mengaku kecewa dengan respon pihak manajemen yang dinilai lamban dan cenderung lepas tangan. Dalam keterangannya, pihak MyRepublic menyatakan bahwa oknum tersebut sama sekali tidak terdaftar dalam database karyawan maupun mantan karyawan mereka. Pihak provider menegaskan tidak dapat memproses laporan pencurian tersebut secara internal karena status pelaku yang merupakan orang luar. "Karena baru Ibu laporkan kehilangan, maka itu kami infokan oknum tersebut bukan pegawai MyRepublic. Tidak mungkin kami menginformasikan tiba-tiba oknum ini bukan pegawai kami jika tidak ada kejadian kehilangan," tulis pihak MyRepublic dalam tanggapannya kepada korban. Pihak MyRepublic juga menambahkan bahwa mereka baru mengetahui adanya oknum yang mencatut nama perusahaan setelah adanya keluhan dari pelanggan. Mereka mengimbau warga untuk selalu memeriksa kartu identitas resmi setiap petugas yang datang ke rumah. Upaya korban untuk mendapatkan kembali ponselnya justru berujung pada intimidasi. April mencoba menghubungi pelaku menggunakan nomor ponsel lain untuk memancing pengakuan, namun pelaku justru bereaksi agresif dan menantang balik. Dalam tangkapan layar percakapan yang dibagikan, pelaku menolak tuduhan pencurian tersebut dan mengancam akan melaporkan korban atas dugaan pencemaran nama baik. "Gila kau bilang nyuri, kau sama saja penyebaran nama baik. Kau ada bukti enggak? Oke kau tuduh aku nyuri HP ya. Ingat ya, jadi ini saya ke rumah ya atau gimana?" tulis pelaku dengan nada mengancam. Hingga berita ini diturunkan, kasus ini menjadi peringatan keras bagi warga di wilayah Bengkong dan sekitarnya untuk lebih waspada terhadap tamu asing yang mengaku sebagai petugas layanan publik. Warga disarankan untuk tidak membiarkan petugas masuk ke dalam rumah tanpa pengawasan dan selalu memverifikasi identitas petugas melalui kanal resmi perusahaan terkait.

Waspada Modus Teknisi Gadungan: HP Warga Bengkong Raib, Kecewa Dengan Respon MyRepublic Lambat dan Berbelit

Batam, Batamnews – Aksi pencurian dengan modus menyamar sebagai petugas layanan internet (WiFi) kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang warga perumahan Bengkong Harapan 2, Blok J1 No. 68, menjadi korban setelah ponsel milik anaknya dibawa lari oleh oknum yang mengaku sebagai teknisi dari provider MyRepublic, pada Rabu siang (11/2/2026).

Korban, yang akrab disapa April, menceritakan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.06 WIB. Saat itu, seorang pria mendatangi kediamannya dengan dalih ingin memeriksa perangkat WiFi MyRepublic untuk memastikan koneksi dalam keadaan aman.

Tanpa rasa curiga, April mempersilakan oknum tersebut masuk. Namun, pelaku tampaknya telah mengincar sebuah ponsel yang tengah diisi daya (charge) di dalam rumah.

"Dia datang ke rumah ngecek wifi apakah aman. Lalu ada nampak HP anak saya sedang di-charge, langsung dimasukkan ke kantong dia," ujar April saat memberikan keterangan.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku menggunakan modus klasik dengan meminta dibuatkan minuman. Saat April pergi ke dapur, pelaku langsung mengambil langkah seribu dan melarikan diri dari lokasi kejadian.

Pasca kejadian, April segera melaporkan insiden tersebut ke kantor MyRepublic. Namun, ia mengaku kecewa dengan respon pihak manajemen yang dinilai lamban dan cenderung lepas tangan.

Dalam keterangannya, pihak MyRepublic menyatakan bahwa oknum tersebut sama sekali tidak terdaftar dalam database karyawan maupun mantan karyawan mereka.

Pihak provider menegaskan tidak dapat memproses laporan pencurian tersebut secara internal karena status pelaku yang merupakan orang luar.

"Karena baru Ibu laporkan kehilangan, maka itu kami infokan oknum tersebut bukan pegawai MyRepublic. Tidak mungkin kami menginformasikan tiba-tiba oknum ini bukan pegawai kami jika tidak ada kejadian kehilangan," tulis pihak MyRepublic dalam tanggapannya kepada korban.

Pihak MyRepublic juga menambahkan bahwa mereka baru mengetahui adanya oknum yang mencatut nama perusahaan setelah adanya keluhan dari pelanggan. Mereka mengimbau warga untuk selalu memeriksa kartu identitas resmi setiap petugas yang datang ke rumah.

Upaya korban untuk mendapatkan kembali ponselnya justru berujung pada intimidasi. April mencoba menghubungi pelaku menggunakan nomor ponsel lain untuk memancing pengakuan, namun pelaku justru bereaksi agresif dan menantang balik.

Dalam tangkapan layar percakapan yang dibagikan, pelaku menolak tuduhan pencurian tersebut dan mengancam akan melaporkan korban atas dugaan pencemaran nama baik.

"Gila kau bilang nyuri, kau sama saja penyebaran nama baik. Kau ada bukti enggak? Oke kau tuduh aku nyuri HP ya. Ingat ya, jadi ini saya ke rumah ya atau gimana?" tulis pelaku dengan nada mengancam.

Hingga berita ini diturunkan, kasus ini menjadi peringatan keras bagi warga di wilayah Bengkong dan sekitarnya untuk lebih waspada terhadap tamu asing yang mengaku sebagai petugas layanan publik.

Warga disarankan untuk tidak membiarkan petugas masuk ke dalam rumah tanpa pengawasan dan selalu memverifikasi identitas petugas melalui kanal resmi perusahaan terkait.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…