Tarik untuk refresh
Atasi Krisis Air di Batam, Amsakar Achmad Siapkan Salat Istisqa Minta Hujan

Atasi Krisis Air di Batam, Amsakar Achmad Siapkan Salat Istisqa Minta Hujan

11 Februari 2026 • 12:41

Batam, Batamnews – Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam tengah menyiapkan serangkaian langkah strategis, baik secara teknis maupun spiritual, untuk menghadapi krisis debit air yang kian menipis akibat musim kemarau panjang. Salah satu langkah yang direncanakan dalam waktu dekat adalah pelaksanaan Salat Istisqa atau salat memohon hujan. Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan bahwa rencana tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama unsur Forkopimda dan tokoh agama melalui usulan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam. "Kalau dalam beberapa hari ke depan kemarau ini masih berlanjut, kami bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat sudah menyepakati usulan Ketua MUI untuk melakukan Salat Istisqa. Kita memohon doa agar hujan segera turun," ujar Amsakar usai menggelar apel ASRI, Rabu (11/2/2026). Menjawab kekhawatiran warga mengenai ketergantungan sumber air yang hanya mengandalkan curah hujan, Amsakar menjelaskan bahwa pemerintah sedang menjalankan langkah teknis berupa uprating atau pelebaran dan pembersihan sarana distribusi air. Fokus utama saat ini adalah menangani 18 titik wilayah kritis atau stress area yang sering mengalami gangguan suplai. Meski saat ini anggaran yang tersedia masih terbatas, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan perbaikan infrastruktur secara bertahap. "Kami sudah memetakan ada 18 stress area. Saat ini kami bersama Ibu Wakil Wali Kota telah menganggarkan perbaikan di titik-titik tersebut. Tahun depan, cakupan perbaikannya akan kami perluas lagi demi kelancaran distribusi," tambahnya. Untuk mengatasi kebutuhan mendesak di masyarakat, pemerintah telah menambah jumlah armada pengantar air bersih. Dari kebutuhan ideal 32 armada, saat ini telah disiapkan sebanyak 34 armada tangki air yang siap beroperasi. Uniknya, guna menutupi keterbatasan unit tangki profesional, pemerintah melakukan inovasi dengan memodifikasi truk biasa yang dipasangi tandon air di atasnya. "Kami kreasikan truk yang dipasang tandon. Total ada 34 armada yang dikerahkan untuk mengisi 100 tandon yang didistribusikan setiap hari ke 18 titik stress area tersebut," jelas Amsakar. Langkah maraton ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar kebutuhan air warga tidak terganggu saat memasuki hari besar keagamaan. Amsakar menegaskan telah menginstruksikan jajarannya untuk bekerja ekstra keras menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Imlek. "Saya dan Ibu Wakil sudah melakukan rapat maraton. Saya minta jangan ada lagi gangguan kebutuhan air terhadap warga, terutama saat memasuki Ramadan dan Imlek nanti. Walaupun ini masih solusi jangka pendek dan konvensional, kami terus mengupayakan perbaikan jangka panjang yang lebih maksimal," pungkasnya. Pemerintah menyadari bahwa pendistribusian air melalui tangki mungkin belum memenuhi seluruh ekspektasi warga secara instan mengingat tingginya kebutuhan, namun komitmen ini diharapkan mampu menjaga kelancaran ibadah dan aktivitas harian masyarakat Batam di tengah musim kemarau.

Batam, Batamnews – Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam tengah menyiapkan serangkaian langkah strategis, baik secara teknis maupun spiritual, untuk menghadapi krisis debit air yang kian menipis akibat musim kemarau panjang. Salah satu langkah yang direncanakan dalam waktu dekat adalah pelaksanaan Salat Istisqa atau salat memohon hujan.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan bahwa rencana tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama unsur Forkopimda dan tokoh agama melalui usulan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam.

"Kalau dalam beberapa hari ke depan kemarau ini masih berlanjut, kami bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat sudah menyepakati usulan Ketua MUI untuk melakukan Salat Istisqa. Kita memohon doa agar hujan segera turun," ujar Amsakar usai menggelar apel ASRI, Rabu (11/2/2026).

Menjawab kekhawatiran warga mengenai ketergantungan sumber air yang hanya mengandalkan curah hujan, Amsakar menjelaskan bahwa pemerintah sedang menjalankan langkah teknis berupa uprating atau pelebaran dan pembersihan sarana distribusi air.

Fokus utama saat ini adalah menangani 18 titik wilayah kritis atau stress area yang sering mengalami gangguan suplai. Meski saat ini anggaran yang tersedia masih terbatas, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan perbaikan infrastruktur secara bertahap.

"Kami sudah memetakan ada 18 stress area. Saat ini kami bersama Ibu Wakil Wali Kota telah menganggarkan perbaikan di titik-titik tersebut. Tahun depan, cakupan perbaikannya akan kami perluas lagi demi kelancaran distribusi," tambahnya.

Untuk mengatasi kebutuhan mendesak di masyarakat, pemerintah telah menambah jumlah armada pengantar air bersih. Dari kebutuhan ideal 32 armada, saat ini telah disiapkan sebanyak 34 armada tangki air yang siap beroperasi.

Uniknya, guna menutupi keterbatasan unit tangki profesional, pemerintah melakukan inovasi dengan memodifikasi truk biasa yang dipasangi tandon air di atasnya.

"Kami kreasikan truk yang dipasang tandon. Total ada 34 armada yang dikerahkan untuk mengisi 100 tandon yang didistribusikan setiap hari ke 18 titik stress area tersebut," jelas Amsakar.

Langkah maraton ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar kebutuhan air warga tidak terganggu saat memasuki hari besar keagamaan. Amsakar menegaskan telah menginstruksikan jajarannya untuk bekerja ekstra keras menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Imlek.

"Saya dan Ibu Wakil sudah melakukan rapat maraton. Saya minta jangan ada lagi gangguan kebutuhan air terhadap warga, terutama saat memasuki Ramadan dan Imlek nanti. Walaupun ini masih solusi jangka pendek dan konvensional, kami terus mengupayakan perbaikan jangka panjang yang lebih maksimal," pungkasnya.

Pemerintah menyadari bahwa pendistribusian air melalui tangki mungkin belum memenuhi seluruh ekspektasi warga secara instan mengingat tingginya kebutuhan, namun komitmen ini diharapkan mampu menjaga kelancaran ibadah dan aktivitas harian masyarakat Batam di tengah musim kemarau.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Memuat…