Tarik untuk refresh
Dipulangkan Tengah Malam, Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan UGD RSUD Embung Fatimah Batam

Dipulangkan Tengah Malam, Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan UGD RSUD Embung Fatimah Batam

10 Februari 2026 • 14:07

Batam, Batamnews – Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Embung Fatimah kembali menjadi sorotan. Seorang warga berinisial M mengungkapkan kekecewaannya setelah mertuanya yang dalam kondisi lemah dan kesakitan dipulangkan oleh pihak rumah sakit pada tengah malam, tak lama setelah tiba menggunakan ambulans. Peristiwa ini bermula pada Sabtu (7/2/2026) malam. Pasien yang baru saja mengaktifkan kepesertaan BPJS-nya pada 5 Februari lalu, dilarikan ke RSUD Embung Fatimah sekitar pukul 21.00 WIB menggunakan ambulans bantuan dari TG Riau karena kondisi fisik yang menurun drastis. Setelah melewati proses administrasi dan pemeriksaan awal, pihak keluarga diminta menunggu. Namun, tepat pada pukul 00.00 WIB, pihak perawat jaga menyatakan bahwa kondisi pasien normal dan diperbolehkan pulang. "Pas jam 00.00 WIB dapat info katanya disuruh pulang, katanya normal. Padahal posisi mertua saya saat itu kesakitan dan kondisinya sudah sangat lemas," ujar M kepada Batamnews.co.id Kekecewaan keluarga memuncak ketika pihak rumah sakit tidak memberikan hasil pengecekan medis secara detail kepada keluarga. Pasien hanya dibekali obat lambung, obat mual, dan vitamin, tanpa penjelasan lebih lanjut mengapa pasien masih merasakan sakit yang luar biasa jika hasil pemeriksaan dinyatakan normal. "Perawat bilang mertua saya normal, tidak ada penyakit apa-apa. Tapi nyatanya sampai saat ini kondisi bapak masih sama seperti saat dibawa ke rumah sakit, masih kesakitan," tambahnya. Menanggapi keluhan yang sempat disampaikan melalui pesan singkat kepada pihak rumah sakit, perwakilan Humas RSUD Embung Fatimah dilaporkan telah menghubungi pihak keluarga untuk melakukan klarifikasi melalui telepon. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah medis lanjutan yang diterima pasien terkait rasa sakit yang masih dideritanya. Keluarga berharap adanya perbaikan pelayanan di rumah sakit milik pemerintah tersebut, terutama dalam hal empati dan ketepatan diagnosa bagi pasien yang datang dalam kondisi darurat.

Batam, Batamnews – Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Embung Fatimah kembali menjadi sorotan. Seorang warga berinisial M mengungkapkan kekecewaannya setelah mertuanya yang dalam kondisi lemah dan kesakitan dipulangkan oleh pihak rumah sakit pada tengah malam, tak lama setelah tiba menggunakan ambulans.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (7/2/2026) malam. Pasien yang baru saja mengaktifkan kepesertaan BPJS-nya pada 5 Februari lalu, dilarikan ke RSUD Embung Fatimah sekitar pukul 21.00 WIB menggunakan ambulans bantuan dari TG Riau karena kondisi fisik yang menurun drastis.

Setelah melewati proses administrasi dan pemeriksaan awal, pihak keluarga diminta menunggu. Namun, tepat pada pukul 00.00 WIB, pihak perawat jaga menyatakan bahwa kondisi pasien normal dan diperbolehkan pulang.

"Pas jam 00.00 WIB dapat info katanya disuruh pulang, katanya normal. Padahal posisi mertua saya saat itu kesakitan dan kondisinya sudah sangat lemas," ujar M kepada Batamnews.co.id

Kekecewaan keluarga memuncak ketika pihak rumah sakit tidak memberikan hasil pengecekan medis secara detail kepada keluarga. Pasien hanya dibekali obat lambung, obat mual, dan vitamin, tanpa penjelasan lebih lanjut mengapa pasien masih merasakan sakit yang luar biasa jika hasil pemeriksaan dinyatakan normal.

"Perawat bilang mertua saya normal, tidak ada penyakit apa-apa. Tapi nyatanya sampai saat ini kondisi bapak masih sama seperti saat dibawa ke rumah sakit, masih kesakitan," tambahnya.

Menanggapi keluhan yang sempat disampaikan melalui pesan singkat kepada pihak rumah sakit, perwakilan Humas RSUD Embung Fatimah dilaporkan telah menghubungi pihak keluarga untuk melakukan klarifikasi melalui telepon.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah medis lanjutan yang diterima pasien terkait rasa sakit yang masih dideritanya.

Keluarga berharap adanya perbaikan pelayanan di rumah sakit milik pemerintah tersebut, terutama dalam hal empati dan ketepatan diagnosa bagi pasien yang datang dalam kondisi darurat.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…