Batam, Batamnews – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Hutan Mata Kucing, Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau, mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Wali kota Batam, Amsakar Achmad, turun langsung ke lokasi kebakaran hingga pukul 23.30 WIB untuk memantau proses pemadaman dan koordinasi di lapangan. Kondisi cuaca ekstrem dan ketiadaan hujan dalam beberapa hari terakhir membuat lahan di Batam menjadi gersang dan sangat rawan terbakar. Menanggapi situasi ini, Amsakar telah menginstruksikan jajaran Dinas Pemadam Kebakaran yang baru dilantik untuk meningkatkan kecepatan respons di lapangan. "Saya sudah sampaikan agar para pejabat yang baru dilantik meningkatkan speed dan kecepatan kerjanya, terutama Kepala Dinas Pemadam Kebakaran. Kita sedang menghadapi cuaca ekstrem di mana lahan gersang sangat rawan kebakaran," tegas Amsakar. Dalam tinjauan lapangan tersebut, ditemukan kendala utama berupa sulitnya akses mobil pemadam kebakaran memasuki area hutan. Sebagai solusi, Pemko Batam bersama instansi terkait menambah panjang instalasi pipa air guna menjangkau titik api terjauh. "Kami berkoordinasi dengan Pak Kapolda, Satpol PP, dan Birpam untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Kita juga menambah beberapa pipa karena daerah itu relatif sulit dimasuki mobil pemadam," jelasnya. Berdasarkan laporan terbaru dari petugas lapangan dan Camat setempat pada pukul 05.00 WIB subuh tadi, kondisi api dilaporkan sudah mulai mengecil dan berhasil diarahkan agar tidak merembet ke pemukiman penduduk. Amsakar menghimbau agar seluruh warga Batam tetap waspada terhadap potensi bencana kebakaran di tengah cuaca panas ini. "Saya imbau warga waspada dengan situasi cuaca terakhir. Segera ambil langkah evakuasi yang baik bila kondisi memburuk. Syukur alhamdulillah subuh tadi api mulai mengecil. Kita berdoa hari ini sebaran api semakin terhambat, syukur-syukur ada hujan yang membantu pemadaman," pungkasnya.
Batam, Batamnews – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Hutan Mata Kucing, Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau, mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Wali kota Batam, Amsakar Achmad, turun langsung ke lokasi kebakaran hingga pukul 23.30 WIB untuk memantau proses pemadaman dan koordinasi di lapangan.
Kondisi cuaca ekstrem dan ketiadaan hujan dalam beberapa hari terakhir membuat lahan di Batam menjadi gersang dan sangat rawan terbakar. Menanggapi situasi ini, Amsakar telah menginstruksikan jajaran Dinas Pemadam Kebakaran yang baru dilantik untuk meningkatkan kecepatan respons di lapangan.
"Saya sudah sampaikan agar para pejabat yang baru dilantik meningkatkan speed dan kecepatan kerjanya, terutama Kepala Dinas Pemadam Kebakaran. Kita sedang menghadapi cuaca ekstrem di mana lahan gersang sangat rawan kebakaran," tegas Amsakar.
Dalam tinjauan lapangan tersebut, ditemukan kendala utama berupa sulitnya akses mobil pemadam kebakaran memasuki area hutan. Sebagai solusi, Pemko Batam bersama instansi terkait menambah panjang instalasi pipa air guna menjangkau titik api terjauh.
"Kami berkoordinasi dengan Pak Kapolda, Satpol PP, dan Birpam untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Kita juga menambah beberapa pipa karena daerah itu relatif sulit dimasuki mobil pemadam," jelasnya.
Berdasarkan laporan terbaru dari petugas lapangan dan Camat setempat pada pukul 05.00 WIB subuh tadi, kondisi api dilaporkan sudah mulai mengecil dan berhasil diarahkan agar tidak merembet ke pemukiman penduduk.
Amsakar menghimbau agar seluruh warga Batam tetap waspada terhadap potensi bencana kebakaran di tengah cuaca panas ini.
"Saya imbau warga waspada dengan situasi cuaca terakhir. Segera ambil langkah evakuasi yang baik bila kondisi memburuk. Syukur alhamdulillah subuh tadi api mulai mengecil. Kita berdoa hari ini sebaran api semakin terhambat, syukur-syukur ada hujan yang membantu pemadaman," pungkasnya.