Tarik untuk refresh
Tak Lagi Semrawut, Kawasan Jodoh Dirancang Jadi Mall Terbuka ala Tokyo

Tak Lagi Semrawut, Kawasan Jodoh Dirancang Jadi Mall Terbuka ala Tokyo

12 Januari 2026 • 08:35

Batam, Batamnews – Kawasan Jodoh yang selama ini dikenal padat, semrawut, dan dipenuhi aktivitas perdagangan tradisional, bersiap menanggalkan wajah lamanya. Wilayah ini dirancang untuk bertransformasi menjadi kawasan baru bernama “New Nagoya”, dengan konsep penataan kota modern yang merujuk pada kota-kota dunia seperti Tokyo dan Amsterdam. Rencana besar tersebut terungkap saat Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, bersama Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menyusuri kawasan Jodoh Boulevard, Jumat pagi (9/1/2026). Kunjungan itu sekaligus menjadi penanda dimulainya gagasan penataan ulang kawasan strategis tersebut. Revitalisasi Jodoh bukan sekadar memperbaiki jalan atau trotoar. Proyek ini diarahkan untuk mengubah wajah Batam menjadi destinasi wisata belanja yang tertata, nyaman, dan tetap berpijak pada budaya lokal. Pemerintah menegaskan, pedagang kecil tidak akan tersingkir dalam proses ini. “Dulu kalau dengar revitalisasi, pedagang selalu takut digusur. Sekarang konsepnya berbeda. Mereka tetap di sini, tapi kita buatkan tempat yang lebih keren, lebih bersih, dan lebih tertata,” ujar Helvi. Ia juga menyampaikan optimisme bahwa pelaku UMKM di kawasan Jodoh akan mendapat dukungan permodalan melalui kolaborasi dengan perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), agar usaha mereka bisa naik kelas. Sementara itu, Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa kawasan Jodoh ke depan akan dikonsep sebagai mal terbuka. Jalur yang selama ini dipadati kendaraan akan diubah menjadi ruang pejalan kaki yang nyaman dan aman. “Kita bayangkan seperti galeri luar ruangan. Ada zonasi khusus untuk kuliner dan oleh-oleh. Kendaraan tidak lagi melintas di tengah kerumunan, sehingga wisatawan bisa menikmati kawasan ini dengan berjalan kaki,” kata Mouris. Saat ini, proyek “New Nagoya” masih berada pada tahap kajian teknis. Namun, pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026. Dengan dukungan sosialisasi dari berbagai asosiasi dan pelaku usaha, kawasan ini diharapkan benar-benar hadir sebagai ikon baru Batam, sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi dan pariwisata kota industri tersebut.

Batam, Batamnews – Kawasan Jodoh yang selama ini dikenal padat, semrawut, dan dipenuhi aktivitas perdagangan tradisional, bersiap menanggalkan wajah lamanya. Wilayah ini dirancang untuk bertransformasi menjadi kawasan baru bernama “New Nagoya”, dengan konsep penataan kota modern yang merujuk pada kota-kota dunia seperti Tokyo dan Amsterdam.

Rencana besar tersebut terungkap saat Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, bersama Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menyusuri kawasan Jodoh Boulevard, Jumat pagi (9/1/2026). Kunjungan itu sekaligus menjadi penanda dimulainya gagasan penataan ulang kawasan strategis tersebut.

Revitalisasi Jodoh bukan sekadar memperbaiki jalan atau trotoar. Proyek ini diarahkan untuk mengubah wajah Batam menjadi destinasi wisata belanja yang tertata, nyaman, dan tetap berpijak pada budaya lokal. Pemerintah menegaskan, pedagang kecil tidak akan tersingkir dalam proses ini.

“Dulu kalau dengar revitalisasi, pedagang selalu takut digusur. Sekarang konsepnya berbeda. Mereka tetap di sini, tapi kita buatkan tempat yang lebih keren, lebih bersih, dan lebih tertata,” ujar Helvi.

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa pelaku UMKM di kawasan Jodoh akan mendapat dukungan permodalan melalui kolaborasi dengan perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), agar usaha mereka bisa naik kelas.

Sementara itu, Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa kawasan Jodoh ke depan akan dikonsep sebagai mal terbuka. Jalur yang selama ini dipadati kendaraan akan diubah menjadi ruang pejalan kaki yang nyaman dan aman.

“Kita bayangkan seperti galeri luar ruangan. Ada zonasi khusus untuk kuliner dan oleh-oleh. Kendaraan tidak lagi melintas di tengah kerumunan, sehingga wisatawan bisa menikmati kawasan ini dengan berjalan kaki,” kata Mouris.

Saat ini, proyek “New Nagoya” masih berada pada tahap kajian teknis. Namun, pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026. Dengan dukungan sosialisasi dari berbagai asosiasi dan pelaku usaha, kawasan ini diharapkan benar-benar hadir sebagai ikon baru Batam, sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi dan pariwisata kota industri tersebut.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…