Tarik untuk refresh
Tim SAR TNI AL Selamatkan 3 Nelayan, 1 Meninggal dalam Kecelakaan di Perairan Jambi-Kepri

Tim SAR TNI AL Selamatkan 3 Nelayan, 1 Meninggal dalam Kecelakaan di Perairan Jambi-Kepri

11 Januari 2026 • 12:48

Tanjungpinang, Batamnews – Tim dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Palembang melakukan aksi tanggap darurat dengan mengevakuasi korban kecelakaan laut yang menimpa sebuah kapal pompong nelayan.  Insiden terjadi di perairan Selat Berhala, kawasan perbatasan Singkep, Kepulauan Riau, dan Jambi, Jumat, 9 Januari 2026 pagi. Musibah dipicu cuaca buruk dan ombak besar yang menghantam kapal nelayan asal Nipah Panjang tersebut, hingga membuatnya berada dalam kondisi darurat di tengah laut.  Mendapatkan laporan tersebut, Lanal Palembang langsung mengerahkan tim rescue bersama Petrocina menggunakan crew boat CB MML 01 menuju koordinat kejadian. . Tim berhasil mengevakuasi total empat orang korban.  Hasil identifikasi di lapangan menunjukkan tiga nelayan berhasil diselamatkan dengan selamat, sementara satu korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Seluruh korban kemudian dibawa ke darat untuk mendapatkan penanganan medis dan proses lanjutan. Komandan Komando Daerah Angkatan Laut III (Kodaeral III), Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, mengapresiasi kesigapan prajuritnya. Ia menegaskan aksi ini adalah wujud nyata kehadiran TNI AL untuk masyarakat. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata peran jajaran Kodaeral III dalam memberikan perlindungan dan bantuan kemanusiaan, khususnya kepada para nelayan yang mencari nafkah di laut. Prajurit TNI AL siap hadir dan responsif menjaga keselamatan pelayaran serta keamanan laut di wilayah kerja kami,” tegas Dankodaeral III. . Muhammad Ali, yang menekankan kesiapsiagaan seluruh jajaran TNI AL dalam membantu masyarakat.

Tanjungpinang, Batamnews – Tim dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Palembang melakukan aksi tanggap darurat dengan mengevakuasi korban kecelakaan laut yang menimpa sebuah kapal pompong nelayan. 
Insiden terjadi di perairan Selat Berhala, kawasan perbatasan Singkep, Kepulauan Riau, dan Jambi, Jumat, 9 Januari 2026 pagi.

Musibah dipicu cuaca buruk dan ombak besar yang menghantam kapal nelayan asal Nipah Panjang tersebut, hingga membuatnya berada dalam kondisi darurat di tengah laut. 

Mendapatkan laporan tersebut, Lanal Palembang langsung mengerahkan tim rescue bersama Petrocina menggunakan crew boat CB MML 01 menuju koordinat kejadian.

Baca juga: BMKG Peringatkan Gelombang Laut 1,7 Meter di Perairan Kepulauan Lingga, Banjir Rob Masih Melanda

Dengan kondisi cuaca yang masih memburuk, proses pencarian dan penyelamatan berlangsung intensif. Tim berhasil mengevakuasi total empat orang korban. 

Hasil identifikasi di lapangan menunjukkan tiga nelayan berhasil diselamatkan dengan selamat, sementara satu korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Seluruh korban kemudian dibawa ke darat untuk mendapatkan penanganan medis dan proses lanjutan.

Komandan Komando Daerah Angkatan Laut III (Kodaeral III), Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, mengapresiasi kesigapan prajuritnya. Ia menegaskan aksi ini adalah wujud nyata kehadiran TNI AL untuk masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata peran jajaran Kodaeral III dalam memberikan perlindungan dan bantuan kemanusiaan, khususnya kepada para nelayan yang mencari nafkah di laut. Prajurit TNI AL siap hadir dan responsif menjaga keselamatan pelayaran serta keamanan laut di wilayah kerja kami,” tegas Dankodaeral III.

Baca juga: Kebakaran Tanjung Uncang Batam Berhasil Dipadamkan, Sempat jadi Tontonan Warga Ramai di Medsos

Operasi SAR ini sekaligus mengimplementasikan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan kesiapsiagaan seluruh jajaran TNI AL dalam membantu masyarakat.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…