Batam, Batamnews — KM Sabuk Nusantara 110 kembali melayani pelayaran perintis pada Januari 2026 dengan rute yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kepulauan Riau hingga Kalimantan Barat. Kapal ini menjadi salah satu moda transportasi penting bagi masyarakat pulau-pulau terluar. Berdasarkan jadwal yang beredar, pelayaran dimulai dari Pelabuhan Kijang menuju Tambelan pada 7 Januari 2026 pukul 16.00 WIB dan diperkirakan tiba keesokan harinya. Selanjutnya, kapal melanjutkan perjalanan ke Pontianak, Serasan, Subi, Selat Lampa, Pulau Laut, Sedanau, Midai, hingga Tarempa. Dari Tarempa, KM Sabuk Nusantara 110 berlayar menuju Kuala Maras sebelum kembali ke Kijang. Pelayaran kemudian dilanjutkan dengan rute Kijang–Sungai Guntung–Tembilahan dan kembali lagi ke Kijang. Rangkaian perjalanan ini dijadwalkan berakhir pada 18 Januari 2026. Setiap pelabuhan memiliki waktu keberangkatan dan kedatangan yang telah ditentukan, dengan jarak tempuh bervariasi mulai dari puluhan hingga ratusan mil laut. Kapal dijadwalkan singgah di sejumlah pelabuhan untuk melayani mobilitas penumpang dan distribusi logistik antarpulau. Meski demikian, pihak terkait mengingatkan bahwa jadwal pelayaran dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi cuaca, faktor teknis, maupun pertimbangan keselamatan pelayaran. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan. KM Sabuk Nusantara 110 diharapkan terus menjadi penghubung vital antarwilayah kepulauan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan perbatasan.
Batam, Batamnews — KM Sabuk Nusantara 110 kembali melayani pelayaran perintis pada Januari 2026 dengan rute yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kepulauan Riau hingga Kalimantan Barat. Kapal ini menjadi salah satu moda transportasi penting bagi masyarakat pulau-pulau terluar.
Berdasarkan jadwal yang beredar, pelayaran dimulai dari Pelabuhan Kijang menuju Tambelan pada 7 Januari 2026 pukul 16.00 WIB dan diperkirakan tiba keesokan harinya. Selanjutnya, kapal melanjutkan perjalanan ke Pontianak, Serasan, Subi, Selat Lampa, Pulau Laut, Sedanau, Midai, hingga Tarempa.
Dari Tarempa, KM Sabuk Nusantara 110 berlayar menuju Kuala Maras sebelum kembali ke Kijang. Pelayaran kemudian dilanjutkan dengan rute Kijang–Sungai Guntung–Tembilahan dan kembali lagi ke Kijang. Rangkaian perjalanan ini dijadwalkan berakhir pada 18 Januari 2026.
Setiap pelabuhan memiliki waktu keberangkatan dan kedatangan yang telah ditentukan, dengan jarak tempuh bervariasi mulai dari puluhan hingga ratusan mil laut. Kapal dijadwalkan singgah di sejumlah pelabuhan untuk melayani mobilitas penumpang dan distribusi logistik antarpulau.
Meski demikian, pihak terkait mengingatkan bahwa jadwal pelayaran dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi cuaca, faktor teknis, maupun pertimbangan keselamatan pelayaran. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan.
KM Sabuk Nusantara 110 diharapkan terus menjadi penghubung vital antarwilayah kepulauan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan perbatasan.