Tarik untuk refresh
Target 1.500 KUR Hanya Terealisasi 19 Akad Kredit, Wali Kota Batam Evaluasi Total Program Pemberdayaan Ekonomi

Target 1.500 KUR Hanya Terealisasi 19 Akad Kredit, Wali Kota Batam Evaluasi Total Program Pemberdayaan Ekonomi

08 Januari 2026 • 13:23

Batam, Batamnews - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memberikan atensi serius terhadap rendahnya serapan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kota Batam, Kepulauan Riau. Dari target ambisius sebanyak 1.500 sasaran pada tahun 2025, tercatat baru 19 realisasi yang berhasil dicapai. Menanggapi hal tersebut, Amsakar menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan. Amsakar menjelaskan bahwa rendahnya angka serapan ini menjadi rapor yang harus dibedah melalui forum Rencana Kerja Tahunan (Ranual). Evaluasi ini tidak hanya dilakukan di tingkat kota, tetapi menyisir hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan. "Kita coba evaluasi. Prinsipnya, perjalanan pembangunan itu harus kita mulai dengan evaluasi program-program yang telah berjalan. Salah satu yang mendesak adalah soal serapan KUR kita. Jika memang formulanya tidak berjalan efektif, kita harus cari formula lain demi memberdayakan ekonomi kerakyatan," ujar Amsakar saat ditemui di Batam, Rabu (7/1/3026). Pergeseran Fokus: Dari Infrastruktur ke SDM Lebih lanjut, Amsakar mengungkapkan bahwa di masa kepemimpinannya saat ini, Pemerintah Kota Batam tengah melakukan pergeseran konsentrasi kebijakan (shifting focus). Jika sebelumnya pembangunan fisik atau infrastruktur menjadi prioritas utama, kini arah kebijakan mulai bergeser pada pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat. Konsep pemberdayaan ini, menurut Amsakar, menyasar kelompok masyarakat yang kurang beruntung, anak usia belajar agar waktunya tidak terbuang percuma, hingga masyarakat yang belum memiliki keterampilan (unskilled). "Pemberdayaan atau empowering itu artinya memberikan kesempatan bagi mereka yang belum beruntung untuk bangkit. Yang belum punya skill, kita tambah kapasitasnya dengan pengetahuan dan keterampilan," imbuhnya. Tiga Rumus Pembangunan Amsakar Achmad Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan filosofi sederhana yang ia gunakan dalam memimpin pembangunan di Batam, yang dirangkum dalam tiga rumus utama: 1. Mengadakan yang belum ada: Membangun fasilitas baru yang dibutuhkan publik. 2. Meningkatkan yang sudah ada: Menambah kapasitas dari fasilitas yang telah tersedia (misalnya menambah ruang kelas baru). 3. Memberdayakan yang belum berdaya: Membantu masyarakat yang masih termarginalisasi agar mampu mandiri secara ekonomi. "Indikator keberhasilan pembangunan bagi saya sederhana. Saya bahagia ketika angka kemiskinan menurun dan tingkat pengangguran terbuka kita berkurang. Itu artinya tugas pemerintahan sudah berjalan di rel yang benar," tegasnya.

Batam, Batamnews - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memberikan atensi serius terhadap rendahnya serapan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kota Batam, Kepulauan Riau. Dari target ambisius sebanyak 1.500 sasaran pada tahun 2025, tercatat baru 19 realisasi yang berhasil dicapai.

Menanggapi hal tersebut, Amsakar menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan.

Amsakar menjelaskan bahwa rendahnya angka serapan ini menjadi rapor yang harus dibedah melalui forum Rencana Kerja Tahunan (Ranual). Evaluasi ini tidak hanya dilakukan di tingkat kota, tetapi menyisir hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan.

"Kita coba evaluasi. Prinsipnya, perjalanan pembangunan itu harus kita mulai dengan evaluasi program-program yang telah berjalan. Salah satu yang mendesak adalah soal serapan KUR kita. Jika memang formulanya tidak berjalan efektif, kita harus cari formula lain demi memberdayakan ekonomi kerakyatan," ujar Amsakar saat ditemui di Batam, Rabu (7/1/3026).

Pergeseran Fokus: Dari Infrastruktur ke SDM

Lebih lanjut, Amsakar mengungkapkan bahwa di masa kepemimpinannya saat ini, Pemerintah Kota Batam tengah melakukan pergeseran konsentrasi kebijakan (shifting focus). Jika sebelumnya pembangunan fisik atau infrastruktur menjadi prioritas utama, kini arah kebijakan mulai bergeser pada pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat.

Konsep pemberdayaan ini, menurut Amsakar, menyasar kelompok masyarakat yang kurang beruntung, anak usia belajar agar waktunya tidak terbuang percuma, hingga masyarakat yang belum memiliki keterampilan (unskilled).

"Pemberdayaan atau empowering itu artinya memberikan kesempatan bagi mereka yang belum beruntung untuk bangkit. Yang belum punya skill, kita tambah kapasitasnya dengan pengetahuan dan keterampilan," imbuhnya.

Tiga Rumus Pembangunan Amsakar Achmad

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan filosofi sederhana yang ia gunakan dalam memimpin pembangunan di Batam, yang dirangkum dalam tiga rumus utama:
1. Mengadakan yang belum ada: Membangun fasilitas baru yang dibutuhkan publik.
2. Meningkatkan yang sudah ada: Menambah kapasitas dari fasilitas yang telah tersedia (misalnya menambah ruang kelas baru).
3. Memberdayakan yang belum berdaya: Membantu masyarakat yang masih termarginalisasi agar mampu mandiri secara ekonomi.

"Indikator keberhasilan pembangunan bagi saya sederhana. Saya bahagia ketika angka kemiskinan menurun dan tingkat pengangguran terbuka kita berkurang. Itu artinya tugas pemerintahan sudah berjalan di rel yang benar," tegasnya.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…