Tarik untuk refresh
Meski Dilarang, Kembang Api Hiasi Langit Batam di Malam Tahun Baru 2026

Meski Dilarang, Kembang Api Hiasi Langit Batam di Malam Tahun Baru 2026

01 Januari 2026 • 07:03

Batam, Batamnews – Larangan resmi dari Pemerintah Kota Batam tidak menyurutkan semangat warga untuk menyambut tahun 2026 dengan kemeriahan kembang api.  Sepanjang Rabu malam hingga Kamis dini hari 1 Januari 2026, dentuman dan cahaya warna-warni tetap menghiasi langit sejumlah titik keramaian di kota tersebut. Pusat keramaian terbesar terjadi di kawasan perbukitan Seraya dan sepanjang Jalan Yos Sudarso. Ribuan warga memadati lokasi untuk mendapatkan pemandangan terbaik.  . Di lokasi ini, tanpa pengawasan ketat petugas, warga bebas menyulut kembang api berukuran besar tepat saat tengah malam tiba. Suasana berbeda terlihat di Alun-Alun Engku Putri, Batam Center. Pengawasan ketat pihak berwenang berhasil menegakkan aturan, membuat kawasan pusat kota itu steril dari kembang api.  Hal ini diduga menjadi alasan warga berpindah ke lokasi lain yang lebih bebas, seperti Seraya. Di kawasan Nagoya Hill, kemeriahan juga terasa. Suara terompet bersahutan memekakkan telinga, sementara sisa-sisa kembang api berserakan di jalan raya. Secara umum, atmosfer perayaan di Batam tetap didominasi tradisi menyalakan kembang api dan meniup terompet, mengesampingkan imbauan pemerintah. . Warga membubarkan diri, meninggalkan jejak perayaan di berbagai sudut kota. Perayaan tahun baru 2026 di Batam akhirnya lebih ditentukan oleh pilihan warga daripada aturan yang telah ditetapkan.

Batam, Batamnews – Larangan resmi dari Pemerintah Kota Batam tidak menyurutkan semangat warga untuk menyambut tahun 2026 dengan kemeriahan kembang api. 

Sepanjang Rabu malam hingga Kamis dini hari 1 Januari 2026, dentuman dan cahaya warna-warni tetap menghiasi langit sejumlah titik keramaian di kota tersebut.

Pusat keramaian terbesar terjadi di kawasan perbukitan Seraya dan sepanjang Jalan Yos Sudarso. Ribuan warga memadati lokasi untuk mendapatkan pemandangan terbaik. 

Baca juga: Penumpang Terakhir 2025 di Hang Nadim Dapat Kejutan Makanan, Trafik Nataru Naik 1,86%

Banyaknya kendaraan yang diparkir di bahu jalan menyebabkan kemacetan panjang di arteri utama kota itu. Di lokasi ini, tanpa pengawasan ketat petugas, warga bebas menyulut kembang api berukuran besar tepat saat tengah malam tiba.

Suasana berbeda terlihat di Alun-Alun Engku Putri, Batam Center. Pengawasan ketat pihak berwenang berhasil menegakkan aturan, membuat kawasan pusat kota itu steril dari kembang api. 
Hal ini diduga menjadi alasan warga berpindah ke lokasi lain yang lebih bebas, seperti Seraya.

Di kawasan Nagoya Hill, kemeriahan juga terasa. Suara terompet bersahutan memekakkan telinga, sementara sisa-sisa kembang api berserakan di jalan raya. Secara umum, atmosfer perayaan di Batam tetap didominasi tradisi menyalakan kembang api dan meniup terompet, mengesampingkan imbauan pemerintah.

Baca juga: Batam Tutup 2025 dengan Investasi dan Ekonomi yang Menguat

Perlahan-lahan, keramaian mulai mereda selepas tengah malam. Warga membubarkan diri, meninggalkan jejak perayaan di berbagai sudut kota. Perayaan tahun baru 2026 di Batam akhirnya lebih ditentukan oleh pilihan warga daripada aturan yang telah ditetapkan.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…