Tarik untuk refresh
Karantina Kepri Periksa Pengiriman Durian Tanjung Batu ke Sejumlah Daerah

Karantina Kepri Periksa Pengiriman Durian Tanjung Batu ke Sejumlah Daerah

31 Desember 2025 • 08:43

Batam, Batamnews – Karantina Kepulauan Riau melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Tanjung Batu melakukan pemeriksaan durian asal Tanjung Batu yang akan dikirim ke Batam, Jakarta, dan sejumlah daerah lainnya. Pemeriksaan berlangsung pada Selasa (30/12/2025) di Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun. Durian Tanjung Batu dikenal luas sebagai salah satu durian unggulan di Kepulauan Riau. Selain memiliki cita rasa khas, durian dari wilayah ini juga memiliki beragam jenis, mulai dari musangking, montong, blackton, masmoar, golden phoenix, hingga varietas lainnya yang diminati para penikmat durian. Pada pengiriman kali ini, total durian yang dilalulintaskan mencapai 540 kilogram. Rinciannya, sebanyak 120 kilogram dikirim ke Jakarta, 150 kilogram ke Batam, 30 kilogram ke Makassar, dan 240 kilogram ke Palembang. Seluruh durian tersebut diperiksa oleh petugas Karantina untuk memastikan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Kepala Karantina Kepri, Hasim, mengatakan durian Tanjung Batu sudah lama dikenal dengan kualitasnya yang tidak diragukan lagi. Karantina, kata dia, terus memfasilitasi kemudahan pelayanan pengiriman melalui Permohonan Tindakan Karantina (PTK) secara daring. “Saat ini sedang musim durian di Tanjung Batu, sehingga pengiriman ke berbagai daerah mengalami peningkatan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dipastikan sehat, kami menerbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3),” ujar Hasim. Hasim menambahkan, seluruh durian yang dikirim berasal dari kebun-kebun petani di Pulau Kundur. Sektor pertanian menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat setempat dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan perekonomian daerah. Selain durian, Pulau Kundur juga dikenal sebagai penghasil komoditas lain seperti gambir, rambutan, kelapa, nanas, serta bibit tanaman. Berbagai komoditas tersebut rutin dilalulintaskan, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga telah menembus pasar global.

Batam, Batamnews – Karantina Kepulauan Riau melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Tanjung Batu melakukan pemeriksaan durian asal Tanjung Batu yang akan dikirim ke Batam, Jakarta, dan sejumlah daerah lainnya. Pemeriksaan berlangsung pada Selasa (30/12/2025) di Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun.

Durian Tanjung Batu dikenal luas sebagai salah satu durian unggulan di Kepulauan Riau. Selain memiliki cita rasa khas, durian dari wilayah ini juga memiliki beragam jenis, mulai dari musangking, montong, blackton, masmoar, golden phoenix, hingga varietas lainnya yang diminati para penikmat durian.

Pada pengiriman kali ini, total durian yang dilalulintaskan mencapai 540 kilogram. Rinciannya, sebanyak 120 kilogram dikirim ke Jakarta, 150 kilogram ke Batam, 30 kilogram ke Makassar, dan 240 kilogram ke Palembang. Seluruh durian tersebut diperiksa oleh petugas Karantina untuk memastikan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Kepala Karantina Kepri, Hasim, mengatakan durian Tanjung Batu sudah lama dikenal dengan kualitasnya yang tidak diragukan lagi. Karantina, kata dia, terus memfasilitasi kemudahan pelayanan pengiriman melalui Permohonan Tindakan Karantina (PTK) secara daring.

“Saat ini sedang musim durian di Tanjung Batu, sehingga pengiriman ke berbagai daerah mengalami peningkatan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dipastikan sehat, kami menerbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3),” ujar Hasim.

Hasim menambahkan, seluruh durian yang dikirim berasal dari kebun-kebun petani di Pulau Kundur. Sektor pertanian menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat setempat dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan perekonomian daerah.

Selain durian, Pulau Kundur juga dikenal sebagai penghasil komoditas lain seperti gambir, rambutan, kelapa, nanas, serta bibit tanaman. Berbagai komoditas tersebut rutin dilalulintaskan, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga telah menembus pasar global.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Memuat…