Tarik untuk refresh
Batam Dikepung Banjir, Amsakar: Ada Video Tahun Kemarin Diulang-ulang!

Batam Dikepung Banjir, Amsakar: Ada Video Tahun Kemarin Diulang-ulang!

18 Desember 2025 • 14:12

Batam, Batamnews – Intensitas hujan yang tinggi di bulan Desember mulai memicu titik-titik banjir di sejumlah wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau. Menanggapi keluhan warga dan informasi yang beredar di dunia maya, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tetap kritis dalam menyaring informasi dari media sosial. Amsakar mengungkapkan bahwa dirinya terus memantau laporan di lapangan, termasuk video-video yang diunggah warga. Namun, ia menekankan perlunya verifikasi terhadap informasi tersebut agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. "Saya sudah kontak tim di lapangan untuk memantau. Kita harus pastikan informasi itu betul (kejadian sekarang), sebab kalau ditengok di media sosial, ada video tahun kemarin yang diulang-ulang lagi sekarang," ujar Amsakar saat ditemui di Batam Centre. Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama BMKG, Amsakar menjelaskan bahwa meski Batam tidak berada dalam zona merah bencana seperti wilayah Sumatera Barat atau Medan, ancaman utama di Batam saat ini adalah curah hujan tinggi yang dibarengi dengan air pasang naik. "Yang perlu diantisipasi di Batam adalah curah hujan tinggi dan air pasang naik yang tinggi atau banjir rob. Kita sudah instruksikan Camat dan Lurah untuk mitigasi awal, termasuk mengajak warga gotong royong membersihkan drainase," tambahnya. Ia mengakui adanya satu atau dua titik banjir yang muncul di bulan Desember ini, namun ia memastikan tim teknis sudah turun tangan untuk melakukan langkah normalisasi. Tim Bina Marga Turunkan Alat Berat di Sejumlah Titik Secara teknis, Plt. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Dohar, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan alat berat ke lokasi-lokasi yang terdampak banjir cukup parah. Beberapa titik yang menjadi fokus penanganan antara lain kawasan Botania, aliran menuju bandara, hingga kawasan Sagulung dan Batu Aji. "Untuk daerah Pesona dan Botania ke arah SPBU Bandara, hari ini kita sudah masukkan alat ekskavator amfibi. Di SP Plaza juga sudah kita masukkan alat untuk melancarkan aliran air menuju laut sejak dua hari lalu," jelas Dohar. Selain itu, tim DBMSDA juga melakukan penanganan di kawasan Lenggut bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), serta di Perumahan Ocarina, Tanjung Uncang. Dohar mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan titik-titik banjir atau infrastruktur jalan yang rusak melalui kanal resmi pemerintah agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat. "Kita ada kanal pengaduan melalui SP4N LAPOR. Masyarakat bisa melaporkan di situ, mulai dari jalan berlubang hingga masalah banjir, agar tim kita bisa segera melakukan penanganan cepat tanggap di lapangan," tutupnya.

Batam, Batamnews – Intensitas hujan yang tinggi di bulan Desember mulai memicu titik-titik banjir di sejumlah wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau.

Menanggapi keluhan warga dan informasi yang beredar di dunia maya, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tetap kritis dalam menyaring informasi dari media sosial.

Amsakar mengungkapkan bahwa dirinya terus memantau laporan di lapangan, termasuk video-video yang diunggah warga. Namun, ia menekankan perlunya verifikasi terhadap informasi tersebut agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

"Saya sudah kontak tim di lapangan untuk memantau. Kita harus pastikan informasi itu betul (kejadian sekarang), sebab kalau ditengok di media sosial, ada video tahun kemarin yang diulang-ulang lagi sekarang," ujar Amsakar saat ditemui di Batam Centre.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama BMKG, Amsakar menjelaskan bahwa meski Batam tidak berada dalam zona merah bencana seperti wilayah Sumatera Barat atau Medan, ancaman utama di Batam saat ini adalah curah hujan tinggi yang dibarengi dengan air pasang naik.

"Yang perlu diantisipasi di Batam adalah curah hujan tinggi dan air pasang naik yang tinggi atau banjir rob. Kita sudah instruksikan Camat dan Lurah untuk mitigasi awal, termasuk mengajak warga gotong royong membersihkan drainase," tambahnya.

Ia mengakui adanya satu atau dua titik banjir yang muncul di bulan Desember ini, namun ia memastikan tim teknis sudah turun tangan untuk melakukan langkah normalisasi.

Tim Bina Marga Turunkan Alat Berat di Sejumlah Titik
Secara teknis, Plt. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Dohar, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan alat berat ke lokasi-lokasi yang terdampak banjir cukup parah.

Beberapa titik yang menjadi fokus penanganan antara lain kawasan Botania, aliran menuju bandara, hingga kawasan Sagulung dan Batu Aji.

"Untuk daerah Pesona dan Botania ke arah SPBU Bandara, hari ini kita sudah masukkan alat ekskavator amfibi. Di SP Plaza juga sudah kita masukkan alat untuk melancarkan aliran air menuju laut sejak dua hari lalu," jelas Dohar.

Selain itu, tim DBMSDA juga melakukan penanganan di kawasan Lenggut bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), serta di Perumahan Ocarina, Tanjung Uncang.

Dohar mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan titik-titik banjir atau infrastruktur jalan yang rusak melalui kanal resmi pemerintah agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat.

"Kita ada kanal pengaduan melalui SP4N LAPOR. Masyarakat bisa melaporkan di situ, mulai dari jalan berlubang hingga masalah banjir, agar tim kita bisa segera melakukan penanganan cepat tanggap di lapangan," tutupnya.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…