
11 Desember 2025 • 15:37
Batam, Batamnews – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kota Batam kembali menuai kritik. Sejumlah warga melaporkan adanya penerima bantuan yang dinilai tidak layak—bahkan ada yang tinggal di rumah mewah—namun tetap terdaftar sebagai penerima bansos.
Fenomena ini menimbulkan kecemburuan sosial dan memicu protes dari masyarakat yang merasa bantuan seharusnya diprioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Batam, Zulkifli Aman, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan wacana pemasangan stiker khusus di rumah penerima bantuan. Langkah ini sudah diterapkan di beberapa daerah lain dan dinilai cukup efektif untuk memfilter penerima yang tidak layak.
Zulkifli tidak menampik adanya keluhan mengenai warga mampu yang masih menerima BLT. Menurutnya, pemasangan stiker dapat menjadi cara untuk mendorong transparansi sekaligus memberikan efek malu bagi mereka yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria tetapi tetap menerima bantuan.
“Memang kita selalu memvalidasi dan memverifikasi data-data yang ada. Nah, kalau untuk stiker itu memang masih dalam pertimbangan. Kalau memang itu layak dilakukan, akan kita lakukan,” kata Zulkifli.
Meski demikian, ia menekankan bahwa kebijakan ini belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Dinsos Batam membutuhkan anggaran khusus untuk proses pencetakan hingga pemasangan stiker, yang jumlahnya bisa sangat banyak. Karena itu, anggaran tersebut tetap harus mendapatkan persetujuan DPRD Kota Batam.
“Stiker itu perlu anggaran juga. Kalau jumlahnya banyak, tentu perlu persetujuan DPRD,” jelasnya.
Dinsos Batam memastikan akan terus melakukan validasi dan evaluasi data penerima bantuan agar penyaluran BLT benar-benar tepat sasaran. Zulkifli menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menyalurkan bantuan kepada warga yang paling membutuhkan, serta meminimalkan terjadinya penyimpangan data penerima manfaat.
Dengan evaluasi berkelanjutan dan kemungkinan kebijakan baru seperti pemasangan stiker, diharapkan penyaluran bantuan sosial di Batam dapat lebih adil dan transparan.