Tarik untuk refresh
UMRAH Latih Guru MGMP Kimia Tanjungpinang Kembangkan Bahan Ajar Kimia Hijau Berbasis Potensi Pesisir

UMRAH Latih Guru MGMP Kimia Tanjungpinang Kembangkan Bahan Ajar Kimia Hijau Berbasis Potensi Pesisir

10 Desember 2025 • 08:58

Tanjungpinang, Batamnews – Komitmen memperkuat pembelajaran sains yang ramah lingkungan terus ditunjukkan oleh Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat, UMRAH menggelar Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Kimia Hijau Berbasis Potensi Wilayah Pesisir bagi guru-guru yang tergabung dalam MGMP Kimia Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 26 September dan 9 Oktober 2025, bertempat di SMAN 2 Tanjungpinang dan SMAN 7 Tanjungpinang. Program tersebut berada di bawah koordinasi Inelda Yulita, S.Pd., M.Pd. selaku ketua pelaksana. Pelatihan dibuka dengan pengenalan konsep kimia hijau, literasi kimia, serta isu-isu Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Steva Dara Putri, S.Pd., M.Pd. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pembelajaran kimia tidak lagi cukup hanya bersifat teoritis, melainkan harus relevan dengan tantangan lingkungan global yang dihadapi saat ini. Sesi berikutnya diisi oleh Fadhliyah Idris, S.Pi., M.Si., yang mengajak para guru menelusuri potensi wilayah pesisir Tanjungpinang sebagai sumber konteks pembelajaran. Mulai dari pemanfaatan hasil laut, hingga pengenalan ekosistem pesisir seperti lamun, rumput laut, dan mangrove di wilayah Kepulauan Riau, seluruhnya dikaji sebagai bagian dari sumber belajar berbasis lingkungan. Antusiasme peserta semakin terasa saat memasuki sesi workshop perancangan bahan ajar yang dipandu oleh Muhamad Al Rasyid, M.Pd. dan Inelda Yulita, S.Pd., M.Pd., dengan dukungan sejumlah mahasiswa. Para guru diajak berlatih langsung menyusun bahan ajar yang memadukan konsep kimia, konteks pesisir, serta prinsip keberlanjutan. Diskusi berlangsung aktif, mulai dari penyusunan LKPD hingga pengembangan skenario pembelajaran yang mengangkat isu lingkungan sebagai pemantik berpikir kritis siswa. Usai pelatihan, program dilanjutkan dengan tahap pendampingan dan uji coba terbatas. Para guru mempresentasikan hasil rancangan bahan ajarnya di hadapan rekan sejawat untuk menilai alur pembelajaran, kesesuaian konteks lokal, serta kelayakan aktivitas belajar. Simulasi ini menjadi ruang refleksi penting sebelum bahan ajar diterapkan langsung di kelas masing-masing. Ketua pelaksana, Inelda Yulita, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konkret untuk memperkaya praktik pembelajaran kimia agar lebih kontekstual dan berorientasi pada keberlanjutan. “Potensi wilayah pesisir Tanjungpinang sangat kaya dan dapat menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran kimia hijau,” ujarnya. Sementara itu, Ketua MGMP Kimia Kota Tanjungpinang, Syarifah Asyura, S.Si., M.M., turut mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membuka wawasan baru bagi para guru untuk mengintegrasikan isu lingkungan dan SDGs dalam pembelajaran sehari-hari. Hasil evaluasi juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru, yang ditandai dengan tersusunnya bahan ajar bertema kimia hijau berbasis potensi lokal. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen UMRAH dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di wilayah pesisir, melalui kolaborasi aktif bersama komunitas guru. Ke depan, tim pelaksana berencana melanjutkan pendampingan serta memperluas praktik baik ini ke sekolah-sekolah pesisir lainnya di Kepulauan Riau.

Tanjungpinang, Batamnews – Komitmen memperkuat pembelajaran sains yang ramah lingkungan terus ditunjukkan oleh Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat, UMRAH menggelar Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Kimia Hijau Berbasis Potensi Wilayah Pesisir bagi guru-guru yang tergabung dalam MGMP Kimia Kota Tanjungpinang.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 26 September dan 9 Oktober 2025, bertempat di SMAN 2 Tanjungpinang dan SMAN 7 Tanjungpinang. Program tersebut berada di bawah koordinasi Inelda Yulita, S.Pd., M.Pd. selaku ketua pelaksana.

Pelatihan dibuka dengan pengenalan konsep kimia hijau, literasi kimia, serta isu-isu Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Steva Dara Putri, S.Pd., M.Pd. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pembelajaran kimia tidak lagi cukup hanya bersifat teoritis, melainkan harus relevan dengan tantangan lingkungan global yang dihadapi saat ini.

Sesi berikutnya diisi oleh Fadhliyah Idris, S.Pi., M.Si., yang mengajak para guru menelusuri potensi wilayah pesisir Tanjungpinang sebagai sumber konteks pembelajaran. Mulai dari pemanfaatan hasil laut, hingga pengenalan ekosistem pesisir seperti lamun, rumput laut, dan mangrove di wilayah Kepulauan Riau, seluruhnya dikaji sebagai bagian dari sumber belajar berbasis lingkungan.

Antusiasme peserta semakin terasa saat memasuki sesi workshop perancangan bahan ajar yang dipandu oleh Muhamad Al Rasyid, M.Pd. dan Inelda Yulita, S.Pd., M.Pd., dengan dukungan sejumlah mahasiswa. Para guru diajak berlatih langsung menyusun bahan ajar yang memadukan konsep kimia, konteks pesisir, serta prinsip keberlanjutan.

Diskusi berlangsung aktif, mulai dari penyusunan LKPD hingga pengembangan skenario pembelajaran yang mengangkat isu lingkungan sebagai pemantik berpikir kritis siswa.

Usai pelatihan, program dilanjutkan dengan tahap pendampingan dan uji coba terbatas. Para guru mempresentasikan hasil rancangan bahan ajarnya di hadapan rekan sejawat untuk menilai alur pembelajaran, kesesuaian konteks lokal, serta kelayakan aktivitas belajar. Simulasi ini menjadi ruang refleksi penting sebelum bahan ajar diterapkan langsung di kelas masing-masing.

Ketua pelaksana, Inelda Yulita, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konkret untuk memperkaya praktik pembelajaran kimia agar lebih kontekstual dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Potensi wilayah pesisir Tanjungpinang sangat kaya dan dapat menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran kimia hijau,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MGMP Kimia Kota Tanjungpinang, Syarifah Asyura, S.Si., M.M., turut mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membuka wawasan baru bagi para guru untuk mengintegrasikan isu lingkungan dan SDGs dalam pembelajaran sehari-hari.

Hasil evaluasi juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru, yang ditandai dengan tersusunnya bahan ajar bertema kimia hijau berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen UMRAH dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di wilayah pesisir, melalui kolaborasi aktif bersama komunitas guru. Ke depan, tim pelaksana berencana melanjutkan pendampingan serta memperluas praktik baik ini ke sekolah-sekolah pesisir lainnya di Kepulauan Riau.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Memuat…