Tarik untuk refresh
Melika Diduga Terlibat dalam Kematian Dwi Putri, Pemilik Agency yang Juga Pacar Wilson

Melika Diduga Terlibat dalam Kematian Dwi Putri, Pemilik Agency yang Juga Pacar Wilson

30 November 2025 • 21:06

Batam, Batamnews - Penyelidikan kasus kematian tragis Dwi Putri Aprilian Dini (25) mengalami perkembangan baru. Setelah menetapkan Wilson sebagai tersangka, polisi kini menyoroti keterlibatan dugaan seorang perempuan bernama Melika. Melika diketahui sebagai pemilik MK Management, agency yang merekrut Dwi Putri sebagai pemandu lagu (LC). Tidak hanya itu, ia juga dilaporkan memiliki hubungan dekat sebagai pacar dari Wilson, pelaku pertama yang telah diamankan. Diduga Terlibat dalam Penganiayaan Berdasarkan informasi yang dihimpun Batamnews.co.id dari sumber internal kepolisian, Melika diduga turut serta dalam rangkaian penganiayaan berat yang menyebabkan tewasnya Dwi Putri di sebuah mess di kawasan Jodoh Permai, Batu Ampar, pada Sabtu, 29 November 2025 malam. . Salah satunya diduga perempuan bernama Melika. Masih kita kejar,” ujar sumber tersebut, Minggu, 30 November 2025. Posisi Kuat sebagai Pemilik Agency dan Pacar Pelaku Melika dikenal luas di kalangan pekerja LC di Batam sebagai pemilik MK Management. Kedudukannya sebagai pemilik agency dan hubungannya dengan Wilson diduga memberikan mereka kontrol yang kuat terhadap para pekerja, termasuk korban.  Hal ini memperkuat dugaan bahwa mereka berdua berada di lokasi kejadian dan terlibat langsung dalam peristiwa tersebut. Awal Terungkapnya Kasus Kasus ini awalnya terungkap ketika jenazah Dwi Putri dibawa ke RS Elisabeth Sagulung oleh seorang pria keturunan Tionghoa yang disebut-sebut sebagai "bos" dari agency korban.  Kejanggalan muncul karena jasad dibawa jauh ke Sagulung, padahal korban tinggal di Batu Ampar. Atas dasar kejanggalan ini, Polsek Sagulung dan Polsek Batuampar berkoordinasi dan akhirnya berhasil mengamankan Wilson. Kini, dengan masuknya nama Melika, dugaan bahwa aksi ini melibatkan lebih dari satu pelaku semakin kuat. Korban Alami Penyiksaan Berat dan Proses Penyidikan Berlanjut Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, membenarkan bahwa penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku dan mengejar orang lain yang belum diamankan. “Kasus masih dalam pengembangan. Ada pelaku lain yang masih kita buru. Setelah lengkap, baru akan kami ekspos,” tegasnya. . Jenazahnya kini berada di RS Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani proses otopsi sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Lampung. Penyidik terus memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan dekat korban dan pihak agency. Sementara itu, Batamnews.co.id masih berupaya mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak MK Management mengenai keberadaan Melika dan dugaan keterlibatannya.

Batam, Batamnews - Penyelidikan kasus kematian tragis Dwi Putri Aprilian Dini (25) mengalami perkembangan baru. Setelah menetapkan Wilson sebagai tersangka, polisi kini menyoroti keterlibatan dugaan seorang perempuan bernama Melika.

Melika diketahui sebagai pemilik MK Management, agency yang merekrut Dwi Putri sebagai pemandu lagu (LC). Tidak hanya itu, ia juga dilaporkan memiliki hubungan dekat sebagai pacar dari Wilson, pelaku pertama yang telah diamankan.

Diduga Terlibat dalam Penganiayaan

Berdasarkan informasi yang dihimpun Batamnews.co.id dari sumber internal kepolisian, Melika diduga turut serta dalam rangkaian penganiayaan berat yang menyebabkan tewasnya Dwi Putri di sebuah mess di kawasan Jodoh Permai, Batu Ampar, pada Sabtu, 29 November 2025 malam.

Baca juga: Seorang Penyalur Ladies Company di Batam Diamankan Polisi Usai Diduga Aniaya Pekerja hingga Tewas

“Pelakunya lebih dari satu orang. Salah satunya diduga perempuan bernama Melika. Masih kita kejar,” ujar sumber tersebut, Minggu, 30 November 2025.

Posisi Kuat sebagai Pemilik Agency dan Pacar Pelaku

Melika dikenal luas di kalangan pekerja LC di Batam sebagai pemilik MK Management. Kedudukannya sebagai pemilik agency dan hubungannya dengan Wilson diduga memberikan mereka kontrol yang kuat terhadap para pekerja, termasuk korban. 

Hal ini memperkuat dugaan bahwa mereka berdua berada di lokasi kejadian dan terlibat langsung dalam peristiwa tersebut.

Awal Terungkapnya Kasus

Kasus ini awalnya terungkap ketika jenazah Dwi Putri dibawa ke RS Elisabeth Sagulung oleh seorang pria keturunan Tionghoa yang disebut-sebut sebagai "bos" dari agency korban. 
Kejanggalan muncul karena jasad dibawa jauh ke Sagulung, padahal korban tinggal di Batu Ampar.

Atas dasar kejanggalan ini, Polsek Sagulung dan Polsek Batuampar berkoordinasi dan akhirnya berhasil mengamankan Wilson. Kini, dengan masuknya nama Melika, dugaan bahwa aksi ini melibatkan lebih dari satu pelaku semakin kuat.

Korban Alami Penyiksaan Berat dan Proses Penyidikan Berlanjut

Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, membenarkan bahwa penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku dan mengejar orang lain yang belum diamankan.

“Kasus masih dalam pengembangan. Ada pelaku lain yang masih kita buru. Setelah lengkap, baru akan kami ekspos,” tegasnya.

Baca juga: Dwi Putri Pemandu Lagu Tewas Disiksa di Mess Batam, Korban Diborgol dan Disiram Air Berjam-jam

Dwi Putri ditemukan dalam kondisi penuh luka lebam dan diduga mengalami penyiksaan selama beberapa hari sebelum meninggal. Jenazahnya kini berada di RS Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani proses otopsi sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Lampung.

Penyidik terus memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan dekat korban dan pihak agency. Sementara itu, Batamnews.co.id masih berupaya mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak MK Management mengenai keberadaan Melika dan dugaan keterlibatannya.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…