Tarik untuk refresh
Kronologi Lengkap Tewasnya Dwi Putri Aprilian Dini

Kronologi Lengkap Tewasnya Dwi Putri Aprilian Dini

30 November 2025 • 14:53

Batam, Batamnews - Kronologi tewasnya Dwi Putri Aprilian Dini (25), pemandu lagu asal Lampung, mulai terkuak. Rangkaian peristiwa yang dialami korban dalam hitungan jam menggambarkan penyiksaan brutal yang berujung maut di sebuah mess kawasan Jodoh Permai, Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 1.  Dibawa ke Mess di Batu Ampar     Korban diduga dibawa oleh seorang pria ke dalam kamar di sebuah mess kawasan Jodoh Permai, Batu Ampar. Di lokasi inilah rangkaian kekerasan dimulai. 2.  Kedua Tangan Diborgol     Menurut sumber, korban dalam kondisi diborgol pada kedua tangannya, sehingga tidak memiliki kemampuan untuk melawan atau menyelamatkan diri. 3.  Disiram Air Berjam-jam     Dalam keadaan terikat, korban disiksa dengan cara disiram air menggunakan selang secara terus-menerus dalam waktu yang sangat lama, diduga berjam-jam. Akibatnya, korban kelelahan, menggigil kedinginan, dan tak berdaya. .  Pemukulan dan Penendangan     Kekerasan fisik berlanjut dengan pemukulan dan penendangan berulang kali ke tubuh korban. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan memar di hampir seluruh tubuh korban. 5.  Korban Lemas dan Tak Sadarkan Diri     Setelah mengalami penyiksaan brutal, kondisi Dwi Putri melemah dan diduga mulai kehilangan kesadaran. 6.  Diduga Meninggal di Lokasi Kejadian     Sumber lapangan menyebutkan korban diduga telah meninggal dunia di dalam mess tersebut, bukan dalam perjalanan. Kronologi pasti penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi resmi. 7.  Jasad Dibawa ke RS Elisabeth Sagulung     Seorang pria keturunan Tionghoa yang dikenal sebagai bos agency korban membawa jasad Dwi Putri ke RS Elisabeth Sagulung, yang jaraknya cukup jauh dari lokasi kejadian (Batu Ampar). Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai alasan tidak dibawanya jasad ke fasilitas kesehatan terdekat. 8.  RS Elisabeth Menolak dan Melaporkan ke Polisi     Petugas RS Elisabeth Sagulung memeriksa jasad dan memastikan bahwa kematian terjadi di luar wilayahnya. Kasus ini kemudian dilaporkan dan dilimpahkan ke Polsek Batu Ampar yang wilayah hukumnya mencakup TKP. .  Polisi Mengamankan Terduga Pelaku     Kepolisian telah mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku penyiksaan. Pemeriksaan intensif terhadap tersangka masih terus dilakukan untuk mengungkap motif dan alur kejadian sebenarnya. 10. Autopsi dan Tuntutan Keadilan     Jasad korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani prosedur autopsi guna menentukan penyebab kematian yang pasti. Keluarga dan masyarakat satu kampung korban di Batam menuntut agar proses penyelidikan dilakukan secara tuntas hingga ke akar-akarnya.

Batam, Batamnews - Kronologi tewasnya Dwi Putri Aprilian Dini (25), pemandu lagu asal Lampung, mulai terkuak. Rangkaian peristiwa yang dialami korban dalam hitungan jam menggambarkan penyiksaan brutal yang berujung maut di sebuah mess kawasan Jodoh Permai, Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

1.  Dibawa ke Mess di Batu Ampar
    Korban diduga dibawa oleh seorang pria ke dalam kamar di sebuah mess kawasan Jodoh Permai, Batu Ampar. Di lokasi inilah rangkaian kekerasan dimulai.

2.  Kedua Tangan Diborgol
    Menurut sumber, korban dalam kondisi diborgol pada kedua tangannya, sehingga tidak memiliki kemampuan untuk melawan atau menyelamatkan diri.

3.  Disiram Air Berjam-jam
    Dalam keadaan terikat, korban disiksa dengan cara disiram air menggunakan selang secara terus-menerus dalam waktu yang sangat lama, diduga berjam-jam. Akibatnya, korban kelelahan, menggigil kedinginan, dan tak berdaya.

Baca juga: Tewas Penuh Kejanggalan, Dwi Putri Pemandu Lagu KTV Batam Dibawa Bos ke RS Elisabeth Sagulung

4.  Pemukulan dan Penendangan
    Kekerasan fisik berlanjut dengan pemukulan dan penendangan berulang kali ke tubuh korban. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan memar di hampir seluruh tubuh korban.

5.  Korban Lemas dan Tak Sadarkan Diri
    Setelah mengalami penyiksaan brutal, kondisi Dwi Putri melemah dan diduga mulai kehilangan kesadaran.

6.  Diduga Meninggal di Lokasi Kejadian
    Sumber lapangan menyebutkan korban diduga telah meninggal dunia di dalam mess tersebut, bukan dalam perjalanan. Kronologi pasti penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi resmi.

7.  Jasad Dibawa ke RS Elisabeth Sagulung
    Seorang pria keturunan Tionghoa yang dikenal sebagai bos agency korban membawa jasad Dwi Putri ke RS Elisabeth Sagulung, yang jaraknya cukup jauh dari lokasi kejadian (Batu Ampar). Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai alasan tidak dibawanya jasad ke fasilitas kesehatan terdekat.

8.  RS Elisabeth Menolak dan Melaporkan ke Polisi
    Petugas RS Elisabeth Sagulung memeriksa jasad dan memastikan bahwa kematian terjadi di luar wilayahnya. Kasus ini kemudian dilaporkan dan dilimpahkan ke Polsek Batu Ampar yang wilayah hukumnya mencakup TKP.

Baca juga: Dwi Putri Pemandu Lagu Tewas Disiksa di Mess Batam, Korban Diborgol dan Disiram Air Berjam-jam

9.  Polisi Mengamankan Terduga Pelaku
    Kepolisian telah mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku penyiksaan. Pemeriksaan intensif terhadap tersangka masih terus dilakukan untuk mengungkap motif dan alur kejadian sebenarnya.

10. Autopsi dan Tuntutan Keadilan
    Jasad korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani prosedur autopsi guna menentukan penyebab kematian yang pasti. Keluarga dan masyarakat satu kampung korban di Batam menuntut agar proses penyelidikan dilakukan secara tuntas hingga ke akar-akarnya.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Memuat…