https://www.batamnews.co.id

Banjir di Kawasan Pengolahan Limbah Beracun dan Berbahaya Jadi Perhatian Rudi

Alat berat dikerahkan untuk melakukan penyodetan di area KPLI Kabil yang sempat kebanjiran. (Foto: ist)

Batam, Batamnews - Hujan deras yang mengguyur Batam, Kepulauan Riau pada Sabtu (17/4/2021) lalu membuat Kawasan Pengolahan Limbah Industri (KPLI) Kabil kebanjiran.

Banjir dipicu tersumbatnya saluran drainase di area tersebut. Hal ini lantas disikapi Asosiasi Pengelolaan Limbah (Aspel) Industri B3 bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Sejumlah alat berat, seperti beko dan dump truck, diturunkan untuk melakukan penyodetan di area KPLI.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, juga sudah menginstruksikan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam bersama unit terkait untuk melakukan peninjauan ke lokasi tersebut, mempelajari masalah yang sebenarnya dan berkordinasi mencarikan solusinya.

Bahkan Pengawas Badan Usaha Fasling sendiri sudah meninjau lokasi KPLI, Jumat (16/4/2012) lalu.

“Saat ini kami sedang menyodet atau membuat terusan untuk mengalirkan air ke pantai. Ini alternatif untuk mengatasi banjir sehingga kalau terjadi hujan besar tidak banjir lagi,” ujar Manajer Pengelolaan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, Senin (19/4/2021).

Guna mengatasi hal tersebut, KPLI saat ini sedang melakukan penyodetan saluran drainase kurang lebih 400 meter, dengan kedalaman 3 hingga 5 meter dan lebar 5 meter.

“Penyodetan ini dilakukan bekerja sama dengan para tenant KPLI-B3. Karena kami tidak bisa anggarkan dana secara mendadak,” ucapnya.

Selain itu, saat ini BP Batam juga sedang memasang saluran drainase di dalam KPLI saluran U-100 dan U-200 serta pembetonan jalan.

(ude)