Blak-blakan Putra Siregar soal Kasus HP Ilegal di Podcast Deddy Corbuzier

Blak-blakan Putra Siregar soal Kasus HP Ilegal di Podcast Deddy Corbuzier

Putra Siregar di acara podcast #closethedoor, Deddy Corbuzier.

Batam - Youtuber Putra Siregar membongkar fakta kasus kepabeanan yang menimpa dirinya. Dia tidak menyangka kasus yang menimpanya bisa viral.

Dalam talkshow berdurasi 32 menit di channel YouTube Deddy Corbuzier yang diunggah Kamis (30/7/2020), Putra menjawab pertanyaan seputar serangan buzzer, tudingan penipu hingga soal bagi-bagi hadiah.

"Lu, bukannya ditangkap? Lu kan harusnya di sana (tahanan)," kata Deddy Corbuzier membuka obrolan.

Putra lantas menjawab pertanyaan Deddy dan mengakui dirinya pernah ditangkap pada 2017 terkait dengan dugaan pelanggaran kepabeanan.

Penangkapan terjadi karena barang yang dibeli Putra belum selesai proses kepabeanan.

Baca juga: Blak-blakan Putra Siregar soal Kasus HP Ilegal di Podcast Deddy Corbuzier

"Saya kooperatif dan mendukung pemerintah, mendukung bea cukai, apabila ingin memberantas penyelundupan," kata Putra.

Sebagai bentuk dukungan dan sikap kooperatif, Putra juga menitipkan uang sampai Rp 500 juta dan sejak 2017 hingga 2020 dirinya bolak-balik ke Bea Cukai untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Oh lu nitip uang, jadi supaya kalau ada kekurangan, sudah ada uangnya di situ," timpal Deddy.

Putra lantas menambahkan bukan hanya uang yang dititipkan, namun juga rumah, termasuk rekening bank.

Ketika disinggung mengenai viralnya kasus pada tahun ini, sementara kasus tersebut terjadi pada 2017, Putra menyesalkan.

Baca juga: Baru Diupload, Video Klarifikasi Putra Siregar di Deddy Corbuzier Podcast Capai 1 Juta Views

"Waduh saya bukan pembunuh, lho. Pembunuh aja mukanya disensor, kok saya masalah barang yang beli diduga/diindikasi belum selesai kepabeanan, muka saya kok dipampangin begitu," kata Putra.

Namun demikian, Putra tak mau menyalahkan siapapun meski foto dirinya sempat diunggah di akun Instagram milik Kanwil Bea Cukai Jakarta.

Putra menyatakan dirinya tetap berbaik sangka, meskipun ada sejumlah pihak menduga ada persaingan bisnis di balik kasus itu.

Baca juga:

Klarifikasi Putra Siregar: Dijebak, Persaingan Bisnis, Hingga Hilangnya Pemilik Handphone Ilegal

MUI Batam Dukung Putra Siregar Pecahkan Rekor MURI Kurban Terbanyak


Putra Bantah PStore Jual HP Ilegal

 

Seperti diketahui, Putra Siregar dijadikan tersangka dalam penyitaan 190 HP ilegal senilai Rp 61,3 juta oleh Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta.

Putra mengaku sebenarnya ingin cooling down dulu, tapi ia diserang buzzer dan merasa harus menjelaskan kasus itu dari sudut pandangnya. Pertama, ia membantah jika PS Store menjual ponsel dengan harga sangat murah. Toko yang menjual sangat murah menurutnya palsu.

"Karena memang PS Store trust-nya luar biasa, kalo handphone 20 juta sampai 15 juta diposting 1 juta itu akun fake, banyak yang fake, akun palsunya ratusan. Ini bukan saya punya. Kalau saya sama, iPhone misalnya 20 juta di iBox mungkin lebih murah 500 ribu kalau yang baru," jelasnya.

Putra juga membantah memasarkan ponsel replika atau HDC. Ia mengaku mengawali berjualan ponsel seken kemudian di tahun 2017 beralih ke ponsel baru dengan garansi resmi dan lengkap. Mengenai penangkapan, Putra mengaku memang pernah ditangkap, akan tetapi pada tahun 2017 itu.

"Pernah ditangkap, 2017. Saya bener bener prinsipnya gak pernah ingin ngerugiin orang atau siapapun. Itu karena pabean ya diduga indikasi bahwa barang yang saya beli belum selesai pabeannya. Saya bilang saya kooperatif, mendukung pemerintah, mendukung bea cukai jika ingin memberantas penyelundupan," ujarnya.

Menurutnya saking kooperatifnya, dia titip uang sampai Rp 500 juta ke bea cukai dan dari 2017 sampai 2020 bolak balik ke bea cukai untuk melengkapi dokumen. "Bahkan rumah saya, aset saya, saya serahin, sampai rekening-rekening saya. Saya dari 2017 tidak punya rekening," ujar dia.

Ia menyebut pada tahun 2017 itu lalu memutuskan ekspansi dengan menjual seluruh brand resmi karena ingin mencetak orang-orang entrepreneur, lalu dia mundur dari perusahaan. Putra lalu fokus membangun follower di YouTube yang akhirnya punya jutaan follower.

Di sisi lain, dia menyesalkan kenapa wajahnya terpampang dan diberitakan begitu luas, padahal ia bukan pembunuh dan masalahnya baru merupakan dugaan. Ia menilai sanksi sosialnya jadi luar biasa. Mengenai dugaan kasus ini merupakan permainan lawan bisnis, Putra mengaku lebih fokus untuk menyelesaikan masalahnya.

Tentang popularitas PS Store, Putra menyebut tokonya fokus menjual smartphone asli, bukan replika atau refurbished. Kemudian pelayanannya ramah dan bagus, di mana kalau rusak dimungkinkan ada penggantian yang baru.

"Kita asli semua, no refurbished no replica," katanya, sembari menunjukkan beberapa piagam penghargaan dari vendor smartphone karena PS Store berhasil menjual banyak sekali smartphone mereka.

Putra juga menyatakan selalu taat membayar pajak. Saat ini, dia mengaku lebih sebagai brand ambassador melalui media sosial, buat toko PS Store yang jumlahnya puluhan di Indonesia. "Aku harus bangun branding, supaya laku," katanya. Salah satu caranya adalah dengan menampilkan citra seolah kaya di media sosial agar mendapatkan banyak like.

(fox)