Terindikasi Corona, 14 Warga Batuampar Diisolasi ke Rusun Tanjunguncang

Terindikasi Corona, 14 Warga Batuampar Diisolasi ke Rusun Tanjunguncang

ilustrasi.

Batam - Sebanyak 14 orang warga Kecamatan Batuampar dibawa ke rusun Tanjung Uncang, Kamis (7/6/2020) sore. Hasil Rapid Diagnostic Test (RDT) mereka menunjukkan kode reaktif. 

Camat Batuampar, Tukijan mengatakan 14 orang tersebut tidak secara keseluruhan dibawa ke rusun Tanjunguncang, namun bertahap. 

“Siang tadi dibawa 12 orang, dan malam tadi setelah maghrib kami antar 2 orang lagi, jadi total 14 orang,” ujar Tukijan saat dikonfirmasi Batamnews. 

Proses isolasi akan dilakukan di rusun Tanjung Uncang dengan alasan kondisi tempat tinggal mereka termasuk sangat padat. Karena sebagian besar tinggal di di kawasan ruli padat penduduk.

“Sehingga kalau hanya  di isolasi di mereka sendiri dikhawatirkan malah akan menularkan kepada yg lainnya,” kata dia. 

Ia juga menambahkan,dari 14 orang tersebut ada yang merupakan satu keluarga. Yaitu terdiri dari suami, isteri dan anak-anaknya. 

Proses RDT itu dilakukan karena mereka pernah melakukan kontak dengan pasien yang terkonfirmasi corona virus disease (Covid-19). Yaitu pasien nomor 32 Kota Batam. 

“Petugas yang membawa menggunakan APD lengkap, sesuai standar protokol kesehatan,” ucapnya. 

Pasien nomor 32 ini merupakan seorang pria berusia 56 tahun, warga negara India. Ia diketahui merupakan jamaah tabligh, masuk ke Batam pada tanggal 2 Maret 2020 dari Singapura. 

Pada tanggal 12 April 2020 pasien nomor 32 dirawat disalah satu RS Swasta di kawasan lubuk Baja sehubungan dengan gangguan infeksi pada kaki kanannya akibat penyakit gula yang dideritanya. Setelah dilakukan tindakan debridement dan perawatan diperbolehkan pulang pada tanggal 15 April 2020. 

Tetapi karena kondisinya belum juga membaik, Ia kemudian dilarikan ke UGD RSUD Embung Fatimah pada tanggal 29 April 2020. Kemudian diambil sampel swabnya, dengan hasil terkonfirmasi positif. 
 

(ret)