https://www.batamnews.co.id

Cerita "Tante Girang" Bayar 600 Dolar Layanan 2 Hari Gigolo Pakistan

Ilustrasi. (foto:ist/net)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Seorang petugas wanita Imigrasi Kelas I Batam menyamar menjadi "tante girang" untuk membongkar para gigolo asal Timur Tengah yang beroperasi di Batam. Petugas itu melakukan kontak, tukar foto hingga tawar menawar.

Para gigolo itu adalah pencari suaka asal Pakistan dan Afganistan di Batam. Mereka sebagian besar menginap di Hotel Kolekta Batam.

Pengungkapan kasus itu berawal dari laporan warga yang curiga kepada seorang WNA yang sering berolahraga di suatu pusat kebugaran. Para pemuda itu awalnya beraktivitas di tempat kebugaran. Di sana mereka menebar "pesona" untuk menjaring pengguna jasa mereka.

Baca juga:

Tak Hanya Imigran Gigolo, Batam Juga Diserbu PSK Impor

 

"Kita terima laporan dari masyarakat, langsung kita kerahkan petugas wanita berinisial J untuk memancing para gigolo dan akhirnya bisa kita bongkar semuanya," ujar Kepala Bidang Pengawas dan Penindakan Imigrasi Kelas I Batam Muhammad Noviandri kepada Batamnews.co.id, Kamis (8/9/2016) pagi.

Andri menambahkan, penyamaran tersebut dilakukan untuk berinteraksi dengan para gigolo. Mereka dipancing melalui komunikasi.

"Dengan saling tukar foto, tawar menawar dan transaksi harga. Akhirnya disepakati sebesar 600 dolar Singapura untuk dua hari," ujarnya.

"Umpan termakan, para gigolo asal Pakistan dan Afghanistan berhasil kita tangkap," pungkasya.

(jim)